Kamis, 29 April 2010

KAUM MUDA BUKAN BUKAN PELAKU … KEBAIKAN ALLAH DI DALAM ROH ALLAH


Mei 2008





KAUM  MUDA
 BUKAN 
BUKAN  PELAKU  …

 KEBAIKAN  ALLAH
 DI  DALAM  ROH  ALLAH







KISAH  PARA  RASUL  5  :  1 – 11








Persekutuan  Kaum Muda
Berbahagialah  kita saat ini
Saat kita
 sedang menjadi pokok pembicaraan
di bulan kespel di Tahun 2008

Tema
 Bulan Kesaksian dan Pelayanan (KESPEL) :
“HARGAILAH  ANAKMU”

Bukankah kita ini anak-anak ?
Sebuah predikat yang melekat
pada diri kita
 sebagai anak di tengah keluarga
Anak yang baru besar
Anak yang sudah tumbuh dewasa

Bukankah kita
 tidak mau disebut “bayi mungil”
 yang lucu
dan tidak berkeinginan
untuk mandiri

Kita adalah anak
 yang dibanggakan oleh keluarga
Harapan keluarga
Masa depan keluarga

Bukankah kita adalah 
“Anak semata wayang”
dimana kasih orang tua kita
tercurahkan kepada kita ?
Orang tua kita
melihat ‘dirinya’
 di dalam hidup kita
Dirinya ada di dalam kita

Sumber kebahagiaan itu
 Muncul
 ketika ALLAH mengaruniakan
seorang anak
di tengah-tengah keluarga

Posisi kita
kaum muda
 posisi kita
saat ini
 ada di ‘center’
 di poros
 di tengah-tengah kehidupan
Kita menjadi pusat perhatian

Kita bukan anak sembarang anak
anak yang diberikan ALLAH
Anak yang dibesarkan
di tengah keluarga- beriman

Keluarga yang percaya
kepada TUHAN  YESUS
Keluarga yang berbakti
kepada TUHAN  YESUS

Begitu ALLAH menempatkan kita
di tengah-tengah keluarga
Begitu ALLAH menempatkan kita
 di tengah-tengah keluarga

Sekarang…
Seandainya kita terlahir
di antara keluarga beriman
kira-kira apa yang terjadi ?

Betapa beratnya beban hidup-
 kehidupan untuk menjadi seorang anak ALLAH

Anak yang dikasihi oleh ALLAH
Ia harus menderita bersama KRISTUS
 tetapi tidak tahu jalan
 yang ditempuhNYA

Jalan itu panjang
Sepanjang ALLAH
 memanggil umatNYA
untuk datang
 mendekat dan berbakti kepadaNYA

Kaum muda
Kita ini adalah pokok pembicaraan

ALLAH mengetahui
jalan hidup dan kehidupan kita ini
Jauh perjalanan kita ke depan

Jauh perjalanan kita
 ke depan
sejauh mata
 angan-anagan kita
memandang dunia ini
 milik kita rasanya
kita ingin menguasainya

Dunia ini
tidak asing lagi bagi kita
saat kita menjelajah
 mempelajari
dan hidup di tengah-tengahnya

Dunia ini tidak sesempit yang kita alami
di tengah keluarga kita masing-masing

Mungkin bapak ibu kita :
pernah bercerita
tentang pengalaman hidupnya
 pengalaman yang tidak enak
dan yang enak
kita hanya bisa membayangkan
dan merasakan
sejauh mana pemahaman hidup kita-
saat ini

Saat ini
kita sedang menjadi pelaku-
kehidupan yang baru

Saat ini
 kita akan meninggalkan kekanak-kanakan ini
Kehidupan orang dewasa
 yang kita pelajari
dan yang kita amati-
selama ini….
akan kita alami bersama

Yang saat ini enggan bekerja
saat ini pula
 kita akan di buka mata
 kepala kita
bahwa seseorang dewasa itu
 harus bekerja
dan harus menghidupi dirinya
 serta keluarganya

Tanggung jawab kehidupan
akan diletakkan
di pundak kita masing-masing
Sejak kita beralih
ke arah ke kedewasaan

Hidup ini
 tidak harus tinggal diam
di tengah keluarga
 tetapi kita harus belajar
 lepas dari pengaruh orang tua kita

Kita memiliki jati diri
Kita memiliki keakuan diri
Kita
adalah pribadi yang unik
 yang berbeda dengan orang tua kita

Jadi
 kita harus mengembangkan diri
 sebaik mungkin
 kita belajar
 belajar
dan belajar

Tidak ada waktu
 untuk kita bermalas-malasan
Tidak ada waktu sebenarnya
 bagi kita berandai-andai
aku akan jadi….
Aku akan jadi…..
dan jadi …….

Kita adalah
 perubah keadaan
kita adalah
 agen perubahan
semua yang ada di jaman orang tua kita
 akan berubah
kita yang mengubah
dan mengubah

Saat ini kita dipercaya oleh ALLAH
 untuk mengubah arah hidup
 menjadi anak-anak kebaikan
dan menjadi anak—anak kemuliaan ALLAH

Saat ini
 ALLAH memperhatikan kita
sebagaimana ALLAH
 memperhatikan kedua orang tua kita
 di dalam mendidik putra-putrinya

ALLAH memberi peran hidup
 yang sama
kepada orang tua
 kepada anak-anak

Kita punya peran yang sama
Peran yang sama
dengan ke dua orang tua kita

Peran itu adalah …
peran untuk memulai hidup
berusaha hidup
seturut dengan jalan kehendak ALLAH

Perhatikan posisi orang muda
 yang melihat Safira mati
dan dikuburkan
demikian pula
 kemudian menyusul
 Ananias mati untuk dikuburkan

Ananias dan Safira
menjadi contoh teladan
yang dapat dilihat
dan dialami
 oleh kaum muda di jamannya

Perhatikan ayat 6
Lalu datanglah
 beberapa orang muda :
 …mereka (=orang-orang muda)
mengapani mayat itu
mengusungnya keluar
dan pergi mengubnurnya (=Safira istri Ananias)

Ayat 10b
Ketika orang-orang muda itu masuk
 mereka mendapati dia
(Ananias suami Safira)
sudah mati
 lalu mereka mengusungnya keluar
dan menguburnya
di samping suaminya

orang tua ini
ananias dan Safira
telah mendukakan ALLAH
ROH  ALLAH
 yang menguasai Rasul Petrus-
 saat itu

Menyampaikan pertanyaan :
”Katakanlah kepadaku
dengan harga sekiankah
tanah itu kamu jual ?”
(ayat 8)

“Mengapa hatimu dikuasai iblis
 sehingga engkau mendustai ROH  KUDUS
 dan menahan sebagian
 dari hasil penjualan tanah itu ?
 Selama tanah itu tidak dijual
bukankah itu tetap kepunyaanmu
 dan setelah dijual
bukankah hasilnya itu
tetap dalam kuasamu?
Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu
 dalam hatimu ?
 Engkau bukan mendustai manusia
 tetapi mendustai ALLAH”
 (ayat 34)

Kaum Muda
Firman ALLAH saat ini
 sangat mendidik kita
 bahwa
 ada orang tua
 yang tidak taat  kepada ALLAH
tidak mematuhi perintah dan kehendak ALLAH

Manusia dapat ditipu
tetapi ALLAH
ROH  ALLAH ya ROH  KUDUS
tidak mungkin ditipu manusia
Ananias dan Safira
 sepakat berdua
mengelabuhi Petrus Rasul ALLAH

Rasul yang sudah dipakai ALLAH
 ROH  ALLAH
tinggal diam di dalam diri
 Rasul Petrus

Semua yang dikatakan Rasul Petrus
 itu adalah ALLAH yang berkata
ALLAH menyampaikan pertanyaan
dan menegor Ananias dan Safira

Dengan menggunakan mulut
 lidah Petrus 
Bukankah Petrus tidak tahu
berapa jumlah penjualan tanah yang laku saat itu ?

Petrus hanya tahu
bahwa orang itu
 mempersembahkan persembahan
yang hasilnya-
 jumlahnya sangat banyak

Selebihnya
 ia Petrus
 tidak tahu

Tidak tahu
sama sekali

Tetapi ALLAH
  SANG  ROH  KUDUS tahu
tidak benar jawaban
 dan tidak jujur
 Ananias dan Safira

Jumlahnya itu
sangat tidak berpengaruh
bagi ALLAH
 tetapi kualitas iman
 percaya Ananias dan Safira….
yang dipertanyakan ALLAH

Mengapa kamu berdua bersepakat
 untuk mencobai ROH  TUHAN ?

Hukumannya
 bagi orang yang tidak beriman
 dan menipu ALLAH….

Apalagi menipu dan mendukakan ROH  KUDUS
 ROH  ALLAH
yang ada
di alam tempat tinggal kita saat ini : 
kematian

TUHAN  YESUS
bisa didukakan
ditipu
dicacimaki
tetapi semuanya berakhir
dengan pengampunan
sebab
 kasih setia ALLAH
 lebih besar dari dosa manusia

TUHAN  YESUS
 mungkin terbelenggu
dan mungkin terbunuh
 tetapi kematianNYA
 justru menyelamatkan kita
yang mau mengaku
bahwa YESUS adalah
 TUHAN,
ALLAH yang penuh kasih


Kaum Muda
Kita diperhadapkan
kepada peristiwa
 yang menakutkan
 ketika kedua orang suami istri itu
 mati seketika …
setelah menipu ALLAH

ROH  ALLAH
memang tidak akan mengampuni
setiap orang
 yang mendukakan
dan menipu
serta mempermainkan namaNYA

ROH  KUDUS
adalah
 ROH  PENGHIBUR
  ROH  PENYELAMAT
 ROH  PENGHANCUR
bagi yang tidak mempercayainya
serta bagi yang mempermainkanNYA

Pengampunan itu tidak ada lagi

Semuanya tertutup
 bagi setiap orang yang percaya
 untuk tetap bermain-main
dan mempermainklan ALLAH

ROH  ALLAH adalah ALLAH
ROH  KUDUS adalah ALLAH  PRIBADI
Semuanya
 saat ini
 sekaramg ini pula
 ada di dalam kekuasaanNYA

Iblis musuh ALLAH
Iblis
 akan dienyahkan
pada akhir jaman ini (=baca kitab Wahyu)

Perang rohani
 itu harus dilawan dengan kuasa ROH  KUDUS

Perang itu ada saat ini di dalam hidup kita

Seperti yang dialami
oleh Ananias dan Safira
Ia tidak mengindahkan ROH  ALLAH
tetapi
tetap bertahan
 untuk menipu
 itu sebab dan menyebabkan
upah kematian ada baginya


Kaum Muda
Dekatkanlah dirimu
dengan ALLAH
di dalam TUHAN  YESUS
  SANG  PENYELAMAT hidup ini

Kita
tidak boleh menjadi
 seperti orang tua – orang tua
 yang meremehkan kuasa ALLAH

ROH  ALLAH tahu
ROH  KUDUS
 memberikan jalan
 dan peringatan
 kepada kita
 lewat trang tua kita

Lewat pendeta kita
atau saudara kita
teman sepergaulan kita
 atau orang lain
yang tidak kita kenal

Dengan iman percaya
di dalam TUHAN  YESUS
Setiap orang akan berani
mengingatkan saudaranya,
 anaknya
kenalannya

Iman percaya kepada TUHAN  YESUS
 itu akan membuahkan hubungan yang erat
 dengan ALLAH

ROH  ALLAH akan ‘betah’ tinggal
 di dalam diri kita
Mungkinkah kita akan melawan ALLAH ?
Mungkinkah Rasul Petrus melawan ALLAH ?
Mungkinkah orang tua kita
yang percaya sungguh-sungguh kepada TUHAN  YESUS
melawan ALLAH
dan mendukakan ROH  KUDUS ?

ROH  ALLAH
 mesti dan pasti
 akan menolong kita
yang percaya dan berbuat
seturut kehendakNYA

Perjalanan kita masih jauh
Kaum Muda
tetapi iman kita
bisa lebih baik
dari pada orang tua kita

Kaum Muda
di jaman Rasul Petrus
 menjadi takut
 setelah melihat peristiwa Ananias dan Safira
 mati
 tetapi itu bukan jaminan
bagi dia
 kaum muda
saat itu
 untuk menjadi taat kepada ALLAH
 seandainya ia
kaum muda 
dia
 saat itu
tidak melakukan kehendak
dan rancangan ALLAH
mungkin saja terjadi

Mendekat di dalam perkumpulan kekeristenan
 Aktif terlibat di dalam ibadah
dan persekutuan doa

Kita akan dibuat
tetap menjadi tekun
dan taat
memuji dan memuliakan ALLAH

Teladani seorang anak kecil
 yang polos dan jujur
di dalam berperilaku
 yang mana sebentar lagi
kita tinggalkan
sifat dan keadaan fisik
kekanak-kanakan kita

Berusahalah
menjadi anak-anak
 yang diperkenan oleh ALLAH
 untuk datang mendekat ke hadiratNYA


AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jadikan dan berikan komentar anda sebagai refleksi diri bukannya mengomentari kejelekan dan kekurangan kami