Senin, 12 Agustus 2013

Perintah untuk setiap orang tua kepada anak

Perintah ALLAH untuk setiap orang tua
ketika buah hatinya berkeras hati untuk keluar dari iman percayanya untuk melakukan perkawinan tanpa pemberkatan kudus- ketika buah hatinya akan meninggalkan TUHAN ALLAHnya
Orang tua hendaknya tetap melarang dan tidak merestuinya untuk mempertahankan keselamatan dirinya dan untuk mengusahakan keselamatan buah hatinya
Orang tua hendaknya mengingat buah hatinya dengan melakukan pembicaraan tentang hukuman ALLAH yang akan ditanggungkannya




YEHEZKIEL 3 : 1 - 27

(1)  
Firman-NYA kepadaku:
"Hai anak manusia,
makanlah apa yang engkau lihat di sini;
makanlah gulungan kitab ini
dan pergilah, berbicaralah
kepada kaum Israel."
(2)  
Maka kubukalah mulutku
(3)  
dan diberikan- NYA gulungan kitab itu
kumakan.

(4)  
Lalu firman- NYA kepadaku:
"Hai anak manusia,
 makanlah gulungan kitab
yang KUberikan ini kepadamu
dan isilah perutmu dengan itu."

Lalu
aku memakannya
dan
rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

(5)  
Firman- NYA kepadaku:
"Hai anak manusia,
mari, pergilah dan temuilah kaum Israel
dan sampaikanlah perkataan-perkataan-KU
 kepada mereka.

(6)  
Sebab engkau tidak diutus
kepada suatu bangsa
yang berbahasa asing
dan yang berat lidah,
tetapi kepada kaum Israel;

(7)  
bukan kepada banyak bangsa-bangsa
yang berbahasa asing
 dan yang berat lidah,
yang engkau tidak mengerti bahasanya.
Sekiranya aku mengutus
 engkau kepada bangsa yang demikian,
mereka akan mendengarkan engkau.
(8)  
Akan tetapi
 kaum Israel tidak mau mendengarkan engkau,
sebab mereka
tidak mau mendengarkan AKU,
 karena seluruh kaum Israel
berkepala batu dan bertegar hati.
(9)  
Lihat,
AKU meneguhkan hatimu
melawan mereka
yang berkepala batu
dan membajakan semangatmu
 melawan ketegaran hati mereka.
(10)                   
Seperti batu intan,
yang lebih keras
dari pada batu
KUteguhkan hatimu;
 janganlah takut kepada mereka
dan janganlah gentar melihat mukanya,
sebab mereka
 adalah kaum pemberontak."

(11)                     
Selanjutnya firman-NYA kepadaku:
"Hai anak manusia,
perhatikanlah segala perkataan- KU
yang akan KUfirmankan kepadamu
dan berikanlah telingamu kepadanya.
(12)                     
Mari,
 pergilah dan temuilah orang-orang buangan,
teman sebangsamu,
berbicaralah kepada mereka
dan
katakanlah:
Beginilah firman TUHAN ALLAH;
baik mereka mau mendengarkan atau tidak."

(13)                     
Maka ROH itu
mengangkat aku,
dan aku
mendengar di belakangku
suatu suara gemuruh yang besar,
tatkala kemuliaan ALLAH naik
 ke atas dari tempatnya,
(14)                     
yakni suara
dari sayap-sayap makhluk-makhluk hidup
yang menggesek satu sama lain,
dan di samping itu
suara gemertak dari roda-roda,
suatu suara gemuruh yang besar.
(15)                     
Dan ROH itu
mengangkat dan membawa aku,
dan aku pergi
dengan hati panas dan dengan perasaan pahit,
karena kekuasaan TUHAN
memaksa aku dengan sangat.
(16)                     
Demikianlah aku
datang kepada orang-orang buangan
yang tinggal di tepi sungai Kebar
di Tel-Abib
dan di sana
aku duduk tertegun
di tengah-tengah mereka
selama tujuh hari.
(17)                     
Sesudah tujuh hari
 datanglah firman TUHAN kepadaku:
(18)                     
Hai anak manusia,
AKU telah menetapkan engkau
menjadi penjaga kaum Israel.
Bilamana engkau
mendengarkan sesuatu firman dari pada- KU,
peringatkanlah mereka
atas nama- KU.
(19)                     
Kalau AKU berfirman kepada orang jahat:
Engkau pasti dihukum mati!
dan engkau
tidak memperingatkan dia
 atau
 tidak berkata apa-apa
untuk memperingatkan orang jahat itu
dari hidupnya yang jahat,
 supaya ia tetap hidup,
orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya,
 tetapi AKU
akan menuntut pertanggungan jawab
atas nyawanya dari padamu.
(20)                     
Tetapi
jikalau engkau memperingatkan
orang jahat itu
dan
ia tidak berbalik dari kejahatannya
dan dari hidupnya yang jahat,
ia akan mati dalam kesalahannya,
tetapi engkau
 telah menyelamatkan nyawamu.
(21)                     
Jikalau seorang yang benar berbalik
dari kebenarannya
dan ia berbuat curang,
 dan AKU meletakkan batu sandungan di hadapannya,
 ia akan mati.

Oleh karena engkau
tidak memperingatkan dia,
 ia akan mati
dalam dosanya
dan perbuatan-perbuatan kebenaran
 yang dikerjakannya
tidak akan diingat-ingat,
 tetapi AKU
 akan menuntut pertanggungan jawab
 atas nyawanya
dari padamu.
(22)                     
Tetapi
jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu
supaya ia jangan berbuat dosa
dan
 memang tidak berbuat dosa,
ia akan tetap hidup,
sebab ia mau menerima peringatan,
dan engkau telah menyelamatkan nyawamu."
(23)                     
Maka di sana
kekuasaan TUHAN meliputi aku
dan Ia berfirman kepadaku:
"Bangunlah dan pergilah ke lembah,
di sana
AKU akan berbicara dengan engkau."
(24)                     
Aku bangun dan pergi ke lembah;
sesungguhnya di sana
 kelihatan kemuliaan TUHAN
 seperti kemuliaan yang telah kulihat
di tepi sungai Kebar,
dan aku sujud.
(25)                     
Tetapi masuklah ROH
ke dalam aku
dan ditegakkannya aku,
lalu IA berbicara dengan aku,
 kata- NYA:
"Pergilah pulang,
kurunglah dirimu
 di dalam rumahmu.
(26)                     
Dan engkau,
anak manusia,
sesungguhnya, engkau
akan diikat dengan tali
dan akan dibelenggu,
sehingga engkau
tidak bisa keluar masuk
di tengah-tengah mereka.
(27)                     
Dan AKU
akan membuat lidahmu melekat
pada langit-langitmu,
sehingga engkau
 menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka,
sebab mereka
adalah kaum pemberontak.
(28)                     
Tetapi
kalau AKU berbicara dengan engkau,
AKU akan membuka mulutmu
dan engkau akan mengatakan kepada mereka:
Beginilah firman TUHAN ALLAH.
Orang yang mau mendengar,
biarlah ia mendengar;
dan orang yang mau membiarkan,
baiklah membiarkan,
sebab mereka
adalah kaum pemberontak."



Setiap orang tua seringkali sangat menyayangi anak-anak- buah hatinya bahkan ketika anak-anaknya mulai beranjak dewasa dan sudah memiliki tanggung jawab sendiri terhadap TUHAN ALLAHnya
Seorang anak yang mulai berani memutuskan perkara akan hidup dan matinya dan seorang anak yang melawan orang tuanya dan melawan kehendak ALLAHnya sebab ia akan menyatakan keluar dari iman percaya yang benar- ia akan meninggalkan ALLAHnya karena masalah perkenalan dan rencana mengawini orang lain dengan meletakan iman percayanya

Seorang anak sudah menjadi keras kepala- seringkali tidak mau mendengar perkataan dan teguran peringatan

Di sinilah ALLAH mengutus orang tua- seperti ALLAH mengutus Yehezkiel kepada bangsa Israel
Sebab ini adalah masalah hidup dan mati

Orang tua harus kuat dan diteguhkan imannya sekuat intan yang lebih keras dari batu
Orang tua berkewajiban melarang anaknya- berkata, menasehati, mengingatkan anaknya atas nama dorongan ALLAH agar dirinya tetap hidup
ROH ALLAH akan diberikan kepada setiap orang tua

Sebagai orangtua pasti akan hidup terbebas dari hukuman mati yang kekal kalau ia melakukan perintah ALLAH sebab tanggungannya terbebas setelah mengingatkan anaknya
Ini adalah masalah kebenaran bagi setiap orang yang benar benar di benarkan oleh ALLAH

Tetapi sebagai orangtua pasti juga tidak akan hidup atau akan tertuntut hukuman mati yang kekal kalau ia tidak melakukan perintah ALLAH sebab tanggungan anaknya tidak  terbebas dari hukuman mati yang kekal akibat orang tua tidak mengingatkan anaknya

Ini adalah masalah kebenaran bagi setiap orang yang benar benar di benarkan oleh ALLAH

Lanjutkan menbaca renungan dan pakaryan ROH pada  http://rancangankotbahminggu.blogspot.com/2013/08/autopia-sabtu-10-agustus-2013.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadikan dan berikan komentar anda sebagai refleksi diri bukannya mengomentari kejelekan dan kekurangan kami