Sabtu, 20 Agustus 2011

SUARA HATI MEMBIMBING PEMBAHARUAN

Minggu, 21 Agustus 2011
Ibadah Minggu





SUARA HATI
MEMBIMBING PEMBAHARUAN







Tujuan :

Dipanggil
untuk memperbaharui hidup
dengan semangat
kejujuran dan ketulusan


YESAYA 22 : 19 - 23
ROMA 11 : 33 - 36
MATIUS 16 : 13 - 20









Bapak Ibu Saudara

Sidang Jemaat
 yang terkasih
di dalam TUHAN YESUS

Puji syukur
kita naikkan
 di pagi hari Minggu ini
karena berkat
kasih karunia
dari ALLAH tetap melimpah
bagi kita sekalian

Terpujilah ALLAH
yang maha kasih
 dan
yang menyatakan kebenaran-
demi kebenarannya
 bagi kita sekalian
Sebab segala FIRMANNYA
 membangun kita


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS

Sesungguhnya
 kita ini ada
di dalam kasih karunia
 artinya
 bahwa kita ini ada
 di dalam penyertaan 
dan 
penguasaan ALLAH

Setiap hari dan setiap waktu

Rupa-rupa perkara
 di dalam hidup ini
 yang membuat kita
sepertinya jatuh
hancur dan tidak berupa lagi
dan
 tidak memiliki
akan satu pengharapan lagi

Kita sering jatuh
 di dalam keputusasaan
 dan
 sering menjadi kecil
tidak berdaya
 bukankah itu
 juga karena akibat
 keteledoran kita sendiri
 tidak memperhatikan
dan
 tidak melaksanakan
 setiap FIRMAN rambu-rambu ALLAH

Gambaran ini
 diceritakan
seperti yang dikisahkan
di dalam Kitab
Yesaya 22 : 19 – 23

Seorang pegawai istana
yang bernama Sebna
 dijatuhkan dari jabatannya yang tinggi
sebab ia membangun diri
di tempat tinggi
 di dekat di samping
kedudukan sang raja
 dengan melakukan ketidakjujuran
 dan
ketidaktulusan hati.

Ia mengangkat dirinya
sedemikian rupa
sehingga seorang raja
 ataupun tuannya
 direndahkan

Ia akhirnya harus dicopot
 dari jabatan dan kedudukannya
untuk digantikan
oleh orang lain
 yaitu Elyakim
 demikianlah ia,
Sebna jatuh tersungkur.

Di dalam perkara ini
Nabi Yesaya
 sudah menyatakan dan mengabarkan
 FIRMAN TUHAN

Nabi Yesaya
 juga telah merasakan
bahwa ada
hal-hal yang mengancam bangsa Yehuda,
bangsanya itu

Hal yang mengancam itu
sebenarnya bukanlah
 dari tetangga yang kuat
 yaitu bangsa Asyur
tetapi berasal dari dosa
 ketidaktaatan,
kekurangpercayaan
bangsanya kepada ALLAH.

Di sinilah nabi Yesaya
mengambil peran
dengan mendorong rakyat
dan
 para pemimpin bangsanya
 agar tetap dan semakin hidup
 menurut dan seturut
dengan kehendak ALLAH,
 berlaku jujur
adil
 dan
dengar-dengaran
setiap FIRMAN ALLAH

Pesan ALLAH ini
disampaikan oleh Nabi Yesaya
 bahwa
siapa yang tidak jujur
pasti memiliki ketidakberuntungan
yang akan senantiasa menyertainya


Kitab
Roma 11 ayat 33 – 36

Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS
merupakan satu gambaran peristiwa
dimana Rasul Paulus
 meminta kepada Jemaat Roma
untuk mempersiapkan diri mereka
sebelum mereka
menerima perkunjungannya,
sebab
Paulus berencana tinggal
untuk sementara waktu
di tengah-tengah mereka
 sambil bekerja
untuk dapat menerima bantuan 
dan 
sokongan
dari mereka;

Agar Ia,
 Paulus
pada akhirnya nanti
dapat pergi ke Spanyol

Paulus
juga menuliskan segala sesuatunya
 di dalam suratnya ini
antara lain berisi tentang
pengertian dari agama Kristen
 dan
 tuntutan praktis
 yang harus dilakukan
di dalam kehidupan setiap orang Kristen

Paulus
menyatakan pendapat dan penjelasan
yang memberikan arti
ketidak-adaan perbedaan
antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi
sebab yang dituntut dari manusia
adalah usaha mewujud nyatakan ketaatannya
 kepada ALLAH.

 Bila orang Yahudi menolak YESUS TUHAN
tetapi orang-orang bukan Yahudi
 bisa menerima YESUS
itu tidak seharusnya
 membuat orang-orang bukan Yahudi
menjadi sombong diri;

 sebab Rasul Paulus
memiliki keyakinan
bahwa orang-orang Yahudipun
tidak selalu
dan
tidak semuanya
 menolak YESUS TUHAN

Rasul Paulus
 mengajarkan tentang hal ini
bahwa rahmat ALLAH
itu untuk seluruh umat manusia
termasuk rahmat anugerah
 kepada orang-orang YAhudi;

 ALLAH itu berencana
 untuk menolong manusia
 melalui YESUS KRISTUS
berdasarkan rahmatNYA
 tetapi kehendak ALLAH ini
 tidaklah selalu terpahami
dan
terselami
 oleh manusia;
seperti yang dapat kita baca
di dalam kutipan
 YESAYA 40 : 13 ; 55 : 8

13.
Siapa yang dapat mengatur ROH TUHAN
atau
memberi petunjuk kepadaNYA
sebagai penasehat ?
8.
Sebab rancanganKU
bukanlah rancanganmu,
dan jalanmu
bukanlah jalanKU,
demikianlah firman TUHAN

Inilah otoritas dan kewenangan ALLAH
yang tidak selalu sama
dengan keinginan
yang kerap kali dibayangkan
oleh kebanyakan orang


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS

Rupanya
pemaksaan akan kehendak ALLAH
bagi umat manusia
agar bisa menjadi percaya
bahwa YESUS TUHAN
 adalah SANG JURU SELAMAT
bagi manusia
 itu tidak pernah dilakukan
 meskipun ALLAH sangat memiliki otoritas
untuk itu


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS
Jangankan ALLAH
untuk menyatakan ketidakbenaran
di dalam FIRMANNYA
ALLAH sungguh menyatakan
segala sesuatunya
dengan jelas dan ‘gamblang’
 siapakah DIRINYA itu
di dalam DIRI PRIBADI
 YESUS
ANAK MANUSIA
 yang terlahir  di dunia ini

YESUS
 adalah JURU SELAMAT
yang direncanakan oleh ALLAH

Itu
tinggal bagaimana
jalan pikiran kita
 bisakah menjadi sejalan
dengan pikiran dan kehendak ALLAH
 di sinilah
setiap hati kita
akan bersuara dan menyatakan
 kebenaran-kebenaran
yang dapat membimbing
 ke arah pembaharuan hidup

Rasul Petrus
 yang kemudian disebut
 dan
dikenal
sebagai batu karang
 dan
di atas dasar batu karang itu
gereja TUHAN didirikan

Iman dan kepercayaan yang teguh
serta
ketaatan yang sesungguhnya
 kepada KRISTUS YESUS
itu seperti batu karang
yang telah disebutkan bagi Petrus
murid YESUS TUHAN


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS
Keberadaan YESUS
sebagai MESIAS
JURU SELAMAT
 umat manusia
 itu sudah dinyatakan
 di tengah-tengah dunia ini
tinggal bagaimanakah
perubahan pola pikir kita
di dalam pembaharuan iman percaya
 kepada YESUS TUHAN 
SANG JURUSELAMAT itu

Setiap orang
akan ditanya secara pribadi
 lepas pribadi
seperti halnya
Petrus sang murid
yang ditanyai oleh GURUnya :

 Siapakah AKU ini
menurut suara hatimu ?
bukan menurut kata banyak orang !

Itu
pertanyaan dan pernyataan
dari ALLAH
yang sangat mendasar
untuk diungkapkan
secara pribadi kita
 masing-masing

 juga oleh sebab
 ketaatan dan
kejujuran dan
ketulusan hati
yang akan ikut menyertai
setiap langkah    perbuatan dan tingkah pola
sepak terjang kehidupan kita

TUHAN YESUS
 memberkati kita
 sehingga
 ungkapan YESUS
 adalah SANG MESIAS
ANAK ALLAH
yang turun ke dalam dunia
 dan
terlahir di dunia
 untuk menyelamatkan setiap umat manusia

 ini
adalah satu bentuk
 wujud respon kita
 kepada setiap pertanyaan
 tentang siapakah ‘jati diri’
dari YESUS TUHAN

Satu Credo
pengakuan iman percaya :
YESUS adalah ANAK ALLAH

Sudah diungkapkan oleh Simon Petrus


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS
Kita percaya
bukan karena kita
yang mampu membuat diri ini
percaya
tetapi itu semua akibat proses pembentukan
yang oleh ALLAH telah mampukan
bagi kita
masing-masing
alami

Supaya lebih jelas
bahwa pendapat :
Siapakah DIRI TUHAN YESUS ini
 menurut kita
masing-masing

 kita semua
diajak untuk merumuskan sendiri
berdasarkan suara hati
dan
pengenalan pribadi
Apabila Petrus menyatakan :
“ENGKAU adalah MESIAS,
ANAK ALLAH yang hidup”

Bagaimana dengan kita sekarang ?
Apakah kita mampu
menerima hikmat ALLAH
yang terselami dan termaknai
seperti gambaran
yang ALLAH berikan :

MESIAS itu menjadi hamba
yang menderita dan mati disalibkan

ROMA 11 : 34
Sebab
 siapakah yang mengetahui pikiran TUHAN ?
 Atau
 siapakah yang pernah menjadi penasihatNYA ?

Petrus
seperti kebanyakkan orang
 juga memiliki kekurangtaatan
di dalam iman percaya
yang telah ia ungkapan
dan
 ia juga memilikinya

 ketidak mengertiannya itu
bagaikan jam bandul
 yang bergerak-
berayun.
Petrus
sekarang ini kembali
memiliki sikap ragu-ragu
dan
tidak jujur.

Dan,
itu semua melalui proses pembenaran
yang dilakukan
oleh YESUS TUHAN kita;
Petrus
dapat berubah
menjadi sosok pribadi
yang gigih, tulus, jujur, berani
memegang teguh kebenaran
yang menghidupkan

MATIUS 16 : 22 – 23

  22.
Tetapi Petrus
 menarik YESUS
 ke samping dan menegor DIA,
 katanya:
“TUHAN,
 kiranya ALLAH menjauhkan khal itu !”

 23.
Maka YESUS berpaling
dan
berkata kepada Petrus :
“Enyahlah iblis.
Engkau suatu batu sandungan bagiKU,
sebab engkau
 bukan memikirkan
 apa yang dipikirkan ALLAH,
melainkan apa yang dipikirkan
manusia”

Itulah peristiwa
 yang membuat Petrus jatuh
dan
dibangunkan kembali
iman kepercayaannya
sekuat batu karang
di tengah ombak
badai lautan


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS
Kita
dituntut untuk memiliki
sikap dan gambaran Petrus
yang mewakili gambaran gereja TUHAN
 yang mampu mengucapkan ikrar
 “Aku percaya kepadaMU
 ya TUHAN”

Meskipun
 berbagai peristiwa kondisi,
Petrus juga pernah
 berbohong dan menyangkali
 TUHANnya :
“Aku tidak mengenal DIA”
  atau
karena kekurang percayaan
dan
kekuatiran si Petrus
menjadi tenggelam
tercebur
 ke laut
ketika mencoba untuk berjalan
di atas air
bersama TUHAN YESUS

Kejujuran itu
harus terkait erat
 di dalam perkataan dan perilaku kita,
 di dalam pengakuan dan tindakan

Kejujuran itu
haruslah diperlihatkan
secara nyata
 dalam kehidupan keberimanan kita
kita yang rajin
 berdoa, beribadat,
 melakukan penyembahan dan renungan
tentunya
 kita juga harus melakukannya
dengan sungguh-sungguh
melakukan dan memberlakukan juga
apa saja yang sudah difirmankan ALLAH

Kita semuanya saja
senantiasa diajak
 untuk selalu dapat memperbaharui
 kehidupan kita masing-masing
dengan semangat ketulusan dan kejujuran
apabila kita pernah terpleset jatuh
di dalam ketidakjujuran
 bangkitlah segera.

 Mari
 menjadi seperti Petrus
yang bangkit berubah
 menjadi pewarta kabar kesukacitaan
yang gigih, tulus, jujur dan berani
berpijak kepada kebenaran
 yang menghidupkan.

Memang
di lingkungan hidup kita
 ada banyak dogma dan pengajaran
yang bertolak belakang
dengan kehidupan keimanan kita,
seperti :
 “Yen ora edan ora keduman,
 yen jujur ajur”
 Kalau tidak gila tidak kebagian
kalau jujur hancur

 Kita ini harus berani
memilih dan meninggalkan
dan tilak memberlakukannya
 di dalam kehidupan kita
meskipun dunia dan semua orang
 bisa saja
 mencibir dan menganiaya
 kita.
 Sebab
di dalam ketekunan dan kesetiaan
bersama ALLAH,
 kita
akan diberi dan dilimpahi berkat
 anugerahNYA

Kiranya
 kita
tidak membuang dan menyia-nyiakan
berkat kasih karunia
yang telah dianugerahkan TUHAN



AMIN
























VOTUM : 
KPK  25    : 1, 2        Ngabekti  mring GUSTI
KJ     10 : 1, 2  Pujilah TUHAN, SANG RAJA



2.    INTROITUS    :    YESAYA 40 : 13 ; 55 : 8
13.
Siapa yang dapat mengatur ROH TUHAN 
atau 
memberi petunjuk kepadaNYA
 sebagai penasehat ?
8.
Sebab rancanganKU 
bukanlah rancanganmu,
 dan 
jalanmu bukanlah jalanKU, 
demikianlah firman TUHAN



KPK  60  : 1, 2, 5        ALLAH  pangen kula
KJ      341  : 1, 2    KuasaMU dan namaMUlah

3. PENGAKUAN  DOSA : Matius  22 :  37 - 40


 KPK  46  :  1, 2, 4  Panelangsa
KJ      66 : 1  Di gunung dan di lurah

4. BERITA  ANUGERAH

YAKOBUS 1 : 2 -  8


6. PENGAKUAN  IMAN  RASULI 

7. PERSEMBAHAN : 
Dasar          :   ROMA 11 : 36 – 12 : 1
KPK  186  :  1 - … Pisusungsung konjuk mring
GUSTI
KJ      383  :  1        Sungguh indah kabar mulia

DOA           :  Syukur persembahan &
persiapan dengar-dengaran FIRMAN
….

8. PELAYANAN  FIRMAN :

YESAYA 22 : 19 - 23
ROMA 11 : 33 - 36
MATIUS 16 : 13 - 20


KOTBAH  …
 Suara hati membimbing pembaharuan


KPK  165   :  1                  Jatining katresnan
KJ      260 :  1, 3     Dalam dunia penuh kerusuhan

10.  DOA SYAFAAT :


11.  PENGUTUSAN & BERKAT : 
KPK   341               Pamuji bakda winulang
KJ      408  :  1       Di jalanku ‘ku diiring


Kamis, 04 Agustus 2011

DENGAN IMAN PASTI AMAN

Ibadah Keluarga
                                                                 Kamis, 4 Agustus 2011
(Persiapan Perjamuan Kudus)



 DENGAN  IMAN 
PASTI  AMAN
   


MATIUS  15 : 21 – 28




Bapak Ibu Saudara 
yang terkasih 
di dalam TUHAN  YESUS
Kita ini semua bagaikan artis yaitu seorang bintang kenamaan yang hidup di tengah-tengah glamournya- gemerlapannya dunia

Seorang artis hidup di tengah glamournya dunia hiburan ketika ditanya tentang kapan akan menikah tentu dia akan berkelit dengan berbagai pernyataan untuk tidak memperpanjang jawaban yang akan banyak menimbulkan gosip.

Ia akan memberikan jawaban singkat-singkat lebih-lebih terkesan menutup diri
Jawabannya : Jodoh ditentukan  ‘YANG DI ATAS…. !’
Seperti halnya orang yang beriman percaya dengan mudahnya mengatakan  dan mengekspresikan  ‘… semuanya tergantung YANG DI ATAS’
Tetapi apakah Iman seseorang hanya cukup diperkatakan atau diekspresikan seperti itu  dengan mudahnya ?
Tentu tidak


Iman itu diekspresikan dengan berbagai cara dan sikap, salah satunya adalah dengan
Sikap kesungguhan hati yang pantang mundur…. Dengan istilah dalam bahasa Jawa ‘ngeyel’  yang dalam arti positif

Seperti yang di contohkan oleh seorang Perempuan Kanaan yang bertemu dengan TUHAN YESUS yang tengah melakukan perjalanan ke daerah Sidon dan Tirus.

TUHAN YESUS sempat berdialog  dengan beberapa Perempuan Kanaan itu. Di mana Perempuan Kanaan itu sedang memiliki beban kehidupan yang mana anaknya sedang kerasukan- anaknya sedang menderita karena kerasukkan setan

Perempuan itu berteriak-teriak dan berseru-seru… mengelu-elukan nama TUHAN YESUS  sambil terus mengikuti rombongan TUHAN YESUS yang berjalan melintasi jalanan itu. Perempuan itu meriakkan nama-nama penghormatan dan pengakuan imannya  bahwa YESUS adalah TUHAN dan YESUS adalah sebagai anak Daud (ayat 22). Kepercayaan dan pengharapan Perempuan itu tidak serta merta dan langsung ditanggapi oleh YESUS TUHAN kita. Bahkan para murid sempat berinisiatif untuk mengusir Perempuan itu dengan mengusulkan agar Perempuan itu diusir saja; “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak” (ayat 23)

Demikianlah seolah-olah Permohonan Perempuan Kanaan itu tidak ditanggapi oleh TUHAN YESUS karena ada saat jeda- saat yang terputus tanpa dialog diantara TUHAN YESUS dan Perempuan itu. TUHAN YESUS tidak menjawab sama sekali

Bapak Ibu saudara 
tentu bisa membayangkan …. Sudah berapa lama dan seberapa jauh perjalanan kaki mereka serombongan saat itu. Dimana  TUHAN YESUS sebagai PRIBADI yang sangat diharapkan oleh Perempuan tadi tetap mengambil sikap diam, ‘seolah-olah tidak peduli ?!’. Di sinilah sikap positif dari ‘kengeyelan’ atau sikap yang tangguh pantang menyerah akan mendatangkan hasil. Itu sungguh dinampakkan dan telah dilakukan oleh seorang Perempuan Kanaan.

TUHAN YESUS memberikan jawaban yang singkat sekali dan juga sangat ‘tidak mengenakkan hati si Perempuan itu tentunya….. tetapi perempuan itu tetap ‘ngeyel’- perempuan itu tetap bertahan dengan pendapatnya dan sikapnya.

“AKU diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (ayat 24). Tentu Perempuan itu di luar hitungan- di luar umat…. Tentu jawaban sepatah kata dari TUHAN YESUS itu bisa memupuskan dan membatalkan niatan Perempuan tadi di dalam memohon pertolongan dari TUHAN. Satu jawaban yang tidak bersangkut paut dengan keinginan si Perempuan- satu jawaban yang benar-benar memotong harapan atas permohonan dan permintaan si Perempuan.

Di sinilah ketangguhan iman si Perempuan itu teruji.

Ketika dialog itu terjadi- ketika TUHAN YESUS menjawab ‘seruan’,’eluan’ dari Perempuan Kanaan… saat itu mereka berhenti berjalan, serombongan berhenti
Perempuan itu mendekat dan menyembah sujud… kita bayangkan perempuan itu sekarang dengan sikap dan bukannya dengan kata-kata kebesaran dan penghormatan akan pengakuan YESUS adalah TUHAN dan YESUS adalah SANG PENGUASA ‘anak Daud’ lagi. Tetapi dengan sikap- tingkah polah bersujud- bertelut menyembah sangat dekat di kaki TUHAN YESUS.
“TUHAN, tolonglah aku”
Semuanya diungkapkan di dalam 3 kata :
“TUHAN, tolonglah aku”

Tentu ada satu waktu yang pendek sebab tidak lagi sepanjang perjalanan … TUHAN YESUS menjawab. Tetapi di waktu jeda yang pendek tersebut TUHAN YESUS masih memberikan jawaban yang dapat menyurutkan hati dan permohonan si Perempuan. Tetapi kita tahu bahwa si Perempuan Kanaan itu tidak sedang bermain-main dengan TUHAN YESUS dan apalagi sedang mempermainkan TUHAN YESUS … sungguh situasi yang serius terjadi saat itu… dialog- percakapan yang serius yang disaksikan oleh banyak orang
Jawab TUHAN YESUS :
“Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”
(ayat 26)

Satu gambaran bahwa berkat ALLAH- karunia ALLAH adalah dikhususkan hanya kepada bangsa yang dipilih dan kepada umat yang dipilih dan kepada ‘anak-anak’ yang dipilih

Perempuan itu di luar dan ‘merasa bukan sebagai anak-anak’ pilihan yang layak untuk mendapatkannya. Berkat itu ia minta dengan memohon dan berjerih payah sungguh-sungguh. Ia memiliki iman percaya.
“Benar TUHAN, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”

Namun Perempuan menyatakan imannya di hadapan TUHAN YESUS – Perempuan itu tidak meninggalkan TUHAN YESUS dengan tangan kosong tanpa harapan meskipun kalau kita hitung sudah 3 kali mendapat perlakuan yang berbeda di dalam beberapa kali jeda waktu….. saat ia ditinggal berjalan tanpa dihiraukan dan saat ia mendapat jawaban pertama : “AKU diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” dan saat ia mendapat jawaban kedua : “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”

Perempuan itu tetap mau mengambil bagian yang ada disediakan oleh ALLAH untuk umat manusiayang percaya atas karya keselamatan dari ALLAH di dalam PRIBADI YESUS TUHAN

“Benar TUHAN, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”

Sisa-sisa … remah-remah … adalah ungkapan iman percaya bahwa dari sisa-sisa, remah-remah ia ambil berkat TUHAN ALLAH yang sudah diberikan. Dengan ketidak layakkannya ia … si Perempuan Kanaan itu datang mengambil dan memakan remah-remah… sisa-sisa roti tersebut

Berbahagialah kita saudara, Bapak Ibu yang dikasihi TUHAN YESUS apabila TUHAN YESUS juga memberikan jawaban yang sma kepada kita seperti jawaban TUJHAN YESUS kepada Perempuan Kanaan : “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki” (Yaitu kesembuhan bagi anaknya dan seketika itu anaknya sembuh)

Berbahagialah kita yang sering kali mendapat perlakuan iman seperti direndahkan, dihina dan terkesan kita dianggap ‘kafir’ tidak dihargai, bahkan seringkali kita merasa telah diusir- tersingkir atau ditinggalkan begitu saja….. seperti Perempuan Kanaan.
Kita tetap datang menghampiri dan mengiringi perjalanan bersama TUHAN YESUS setiap jeda waktu kita berdialog- bercakap-cakap dengan TUHAN YESUS

Berbahagialah kita sebab iman kita itu akan membuahkan hasil




Ingat Perjamuan Kudus Pembangunan GKJW (Greja Kristen Jawi Wetan)- The East Java Christian Church yang besok hari Minggu kita alami bersama adalah suatu sakramen untuk mengingat-ingat dan mendalami pengalaman persemaian- pertumbuhan- dan perkembangan GKJW secara kelembagaan sudah hamper berumur 80 tahun…. Panjang waktu perjalanan kita tentunya bersama TUHAN YESUS SANG KEPALA GEREJA tentu ada beberapa jeda waktu yang menyejarah- peristiwa yang terus menjadi peringatan- history bagi kita bahwa ALLAH pada satu kenyataan tetap memberikan berkat dan dan iman dan ‘keamanan’ kepada kita sewarga GKJW

Mari kita ingat- kita tengok sebentar perjalanan kita selama ini :
1.      Ada Jemaat-jemaat yang sudah tumbuh terlebih dahulu sebelum kurang lebih 80 tahun yang lalu seperti hanya GKJW Jemaat Suwaru yang gedung gerejanya saja… dimana gedung yang sedang kita rehab- kita perbaiki sekarang ini adalah sudah berusia hampir 100 tahun tentu nenek moyang kita yang membuka hutan- ‘babad alas’ sudah lebih 100 tahu berada di Suwaru ini dan pada kenyataannya sudah 3 kali berpindah tempat membangun bangunan- gedung gereja dan yang terakhir adalah gedung yang kita pakai dan kita perbaiki saat ini.Itu adalah sebagai wujud dan contoh penataan  dan menata terhadap berbagai tantangan yang sedang dialami

2.      Tahun 1931 atau kurang lebih 80 tahun yang lalu itu adalah secara formalitas saja berdiri dan didirikan menurut buku : ‘Babad Zending’  dan buku : ‘Benih yang tumbuh’ dan buku-buku lainnya yang dapat kita baca. Sebab pada kenyataan memang disebutkan di dalam catatan sejarah bahwa ada orang-orang Kristen atau istilah yang dipakai saat itu ada ‘gerombolan-gerombolan’ orang Kristen yang sudah mandiri dan membangun diri

3.      Di masa Jepang banyak penderitaan dan siksaan bahkan tokoh-tokoh gereja kita yang dipenjarakan bahkan dimatikan- terbunuh. Tapi di sisi lain ada kelompok-kelompok, orang perorangan di wilayah Surabaya yang mencari muka di hadapan Jepang dengan mendirikan Sinode baru atas nama GKJW yang pada keyataannya ada yang ‘berada di balik jeruji penjara’

4.      Tahun 1945 di bulan Agustus tokoh-tokoh gereja kita ‘duduk sama renda berdiri sama tinggi’ tanpa saling menyalahkan dan saling mengaku atas segala dosa…. Inilah contoh teladan iman yang ditunjukkan pada jaman kita selain contoh teladan iman si Perempuan Kanaan; di Mojowarno dan sekitarnya. Jadilah Peringatan Perjamuan Kudus Kebangunan GKJW di mana TUHAN YESUS tidak pernah meninggalkan kita kita tetap mengimani bahwa keselamatan  di awal dan di akhir pergumulan hidup tetap bersama TUHAN YESUS. Semangat ‘yang lebih baik’ itu diwujudkan melalui sakramen Perjamuan Kudus

5.      Mari kita yang hidup pada generasi sekarang ini… Yang telah diberi penguatan dan harapan baru sebagai satu jemaat datang dengan sikap hati yang layak  dan patut; 
5.1  Kita berpikiran tidak ada seorangpun yang suci dan kudus maka persiapkanlah dengan hati yang benar 
5.2 Dan setiap kali kita menerima undangan dan berita akan dilaksanakannya Perjamuan Kudus kita perlu ikuti persiapan-persiapan di KRW dan dilanjutkan secara sendiri-sendiri setiap pribadi itu lebih baik sebab tidak cukup ,kita hanya mempersiapkan secara pribadi sebab kita ini hidup berjemaat yang sering kali berbeda pendapat- bersinggungan dan bersenggolan perlu kita saling mengampuni dan memaafkan sesama kita (( Persiapan Perjamuan Kudus secara bersama terakhir dilaksanakan pkl.08.00 di Gereja bagi yang belum berkesempatan))
 5.3 Kita bisa saling mengingatkan dan saling menguatkan; contoh tentang ‘kedewasaan iman kita : 
5.3.1 yang belum dewasa iman (belum mengaku percaya- sidhi) tidak ikut Perjamuan Kudus 
5.3.2 Yang sedang mengalami siasat Gereja- ‘Pamerdi greja haruslah tahu dan merasa dan tidak ikut  Perjamuan Kudus sebelum permaslahannya diselesaikan 
5.3.3 Setiap kali datang dan menerima undangan Perjamuan Kudus  kita merasakan akan adanya hilangnya kesempatan yang indah apabila kita tidak segera menata diri atau tetap saja kita di dalam keadaan berdosa


Kiranya TUHAN YESUS memberkati kita

AMIN


















PANGIBADAH   BRAYAT
Kamis, 4 Agustus 2011
di Kel.Ibu Sriyo
KRW 1

1.     Votum/Berkat
2.     Pujian Kijem  1  : 1, 2
Haleluya ! Pujilah
3.     Doa :
Ø  Syukur
Ø  Mohon penganpunan
Ø  Undang Roh Kudus.
Ø  AMIN
4.     Pembacaan Alkitab : MATIUS 15 : 21 – 28

5.     Pujian Kijem  59 : 1, 2
Bersabdalah, TUHAN
6.     KOTBAH …..
7.     Pujian Kijem  341  : 1
Kuasamu dan namamulah
8.     Doa syafaat :
Ø  Syukur atas firman …
Ø  Syukur : menyerahkan persembahan
Ø  Anak-anak, remaja ,pemuda (generasi muda beserta pergumulannya);
Ø  Adi Yuswa – sakit dsb
Ø  Gereja -gereja ( GKJW & pepanthan )—pembangunan rehab gedung greja
Ø  Keluarga Ibu Sriyo & bubaran. 
Ø  AMIN

9.      Pujian Kijem 408 : 1 Di jalanku ‘ku diiring
10.  Berkat