Rabu, 10 Juli 2013

DI DALAM PEMANGGILAN : TUHAN YESUS MENGETAHUI SEGALA PERMASALAHAN KITA

Persekutuan Doa Gidion
Penguatan Iman
Rabu, 10 Juli 2013

DI DALAM PEMANGGILAN :
TUHAN YESUS
MENGETAHUI
SEGALA PERMASALAHAN KITA

YESAYA 6 : 1 – 8



Bapak Ibu Saudara yang terkasih
Sementara kita sibuk
dengan aktivitas kehidupan kita
seringkali ALLAH memanggil kita
dan
 memanggil setiap umatNYA
dengan caraNYA
yang tidak dapat kita pikirkan sebelumnya

Sementara kita sibuk
menjalani kehidupan kita sehari-hari
di saat ALLAH memanggil kita

ALLAH memanggil kita
dengan maksud dan tujuan
 yang sungguh indah
dan
yang sangat besar kemuliaanNYA
untuk menyertai hidup kita

ALLAH memanggil
agar kita terberkati dan terselamatkan
 sama seperti pemanggilan Nabi Yesaya
di saat itu terjadi

Yesaya telah melihat
Ayat 2 :
Para Serafim berdiri di sebelah atasNYA ( TUHAN ALLAH ),
masing-masing mempunyai enam sayap ;
dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka,
dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka
dan
 dua sayap dipakai untuk melayang-layang

Ayat 3 :
Dan mereka (  Para Serafim ) berseru
seorang kepada seorang, katanya :
“Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam,
seluruh bumi penuh kemuliaanNYA”

Ayat 4 :
Maka bergoyanglah alas ambang pintu
disebabkan suara orang
yang berseru itu
 dan
rumah itu pun
penuhlah dengan asap

Ayat 5 :
Lalu kataku ( Kata Yesaya ) :
“Celakalah aku !
Aku binasa !
Sebab aku ini seorang yang najis bibir,
dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa
yang najis bibir,
namun mataku telah melihat
SANG RAJA,
yakni TUHAN SEMESTA ALAM”

Ayat 6 :
Tetapi seorang dari pada Serafim itu
 terbang mendapatkan aku;
 ditangannya ada bara,
yang diambilnya dengan sepit
dari atas mezbah

Ayat 7 :
 Ia  (Serafim )
 menyentuhkannya kepada mulutku
serta berkata :
“Lihat, ini telah menyentuh bibirmu,
maka kesalahanmu telah dihapus
dan
 dosamu telah  diampuni”

Ayat 8 :
 Lalu
 aku mendengar suara TUHAN berkata :
 “Siapakah yang akan kuutus,
 dan siapakah yang mau pergi untuk AKU ?”
Maka sahutku:
 “Ini aku, utuslah aku !”



Mendengar, melihat dan merasakan
 bahkan Yesaya juga menjawab
 panggilan TUHAN
 itulah pemanggilan nabi Yesaya
sebagai saat-saat yang ditunggu
oleh TUHAN ALLAH

Yesaya
sudah merespon jawaban yang benar
untuk ALLAH
dan
ALLAHpun dapat segera memulai berkarya
memakai tubuh
jiwa raga
Si Nabi Yesaya ini

Nabi Yesaya
menyerahkan hidupnya
sepenuhnya kepada ALLAH

Ingat
Bapak Ibu saudara
yang dikasihi TUHAN YESUS
Nabi Yesaya
yang semula sebagai manusia biasa
tanpa kuat kuasa dari ALLAH
 kini
Yesaya selalu disertai dan dipimpin
oleh TUHAN ALLAHnya
 kemana ia pergi dan kemana ia bekerja-
berkarya
 itu karena ALLAH
yang menjadikan dirinya
serupa
dengan rancangan dan kehendak ALLAH

Yesaya
dapat melihat hal-hal yang ajaib

ajaib menurut pemandangan manusia biasa
seperti melihat para Serafim
para utusan ALLAH
 dan
 tentunya Yesaya juga dapat melihat
malaekat ALLAH-
melihat dan merasakan ROH ALLAH
yang berkarya
di dalam dirinya

Keputusan-keputusan yang ia ambil
sepenuhnya ia serahkan-
 ia pasrahkan
kepada TUHAN ALLAHnya

Jadilah kita
seperti Nabi Yesaya
 di permulaan pemanggilannya
Inilah aku TUHAN:
Utuslah aku


Bapak Ibu saudara
yang dikasihi TUHAN YESUS
TUHAN YESUS
menginginkan diri kita
Itu oleh karena belas kasihanNYA
kita ini diperkenan untuk dipanggil
mari-
ayo
jangan sia-siakan
pemanggilan TUHAN ALLAH kita ini
 terimalah kuat kuasanya

Mula-mula kita ada dosa-
kesalahan dan kenajisan
di dalam hidup kita ini
 yang dibersihkan bibir-
mulut kita ini

mula-mula kita dikuduskan
 seperti Yesaya
sehingga
 kita tidak mampu lagi berkata-kata
dan
kita tidak mampu lagi
untuk melakukan
-berbuat
 tentang hal-hal yang menghujat ALLAH
bahkan mengatakan kata-kata yang sia-sia

Kaki-
tangan dan hati kitapun
pada saatnya
juga akan di sucikan

Itu bukanlah hal yang biasa
 kalau kita
yang dahulu adalah seorang penakut
tetapi kita sekarang
berubah menjadi berani

Dan bukanlah ini
juga sebagai hal yang biasa
 apabila kita ini
 dapat berkata-kata dengan sopan santun
dan
penuh wibawa
 padahal kita dahulunya asal bicara

Dan juga bukan hal yang biasa
apabila kita bisa
dan
bisa mengutarakan
tentang kebenaran-kebenaran dari ALLAH
padahal kita sebelumnya
 sangat bertolak belakang
dengan ALLAH

Percayalah
ini adalah hasil karya ALLAH
di dalam pemanggilan
 kepada setiap orang
yang sungguh-sungguh pada akhirnya
 menjadi percaya dan mau melakukan
 setiap kehendak ALLAH

Tidak ada lagi
 kata wah dan ego
-akunya yang di depan
 dan
-akunya yang di atas
tetapi itu semua
sudah menjadi bagian masa lalu
yang mulai terkikis habis

TUHAN ALLAH yang di depan
sedangkan aku
 hanya utusan
sarana-
 peraga yang dipakai
 oleh ALLAH
di dalam memberitakan
 kabar kebenaran dan kesukacitaan

Bahwa ALLAH adalah
 ALLAH PENOLONG
yang menyelamatkan


Bapak Ibu saudara
yang dikasihi TUHAN YESUS
Mungkin diantara kita
ada yang mau mundur dan ada yang terus bersuka cita
 karena ada saudara-saudara kita
 baru diselamatkan

Itu
 adalah urusan pribadinya
dengan TUHAN ALLAHnya

Sedangkan kita
 hanya dapat merespon
dengan seberapa besar kepercayaan kita
kepada ALLAH kita
 yang sudah memanggil diri kita
 masing-masing

Sebab
 kita juga tidak berubah
 menjadi besar atau lebih rendah
 oleh karena peristiwa pemanggilan ini
 jika kita mundur atau bersuka cita
 itu
 adalah tanggungan kita
 kepada ALLAH
yang telah memanggil diri kita
 masing-masing

Mari kita teruskan karya pekerjaan ALLAH
di dalam hidup kita masing-masing
sehingga semua orang tahu
 bahwa kita ini memang
sudah dipanggil dan diselamatkan
oleh ALLAH
 TUHAN kita

TUHAN YESUS memberkati
AMIN



Persekutuan Doa Gidion
Penguatan Iman
Senin, 8 Juli 2013


Berdoa/ Berkat
# Ucap syukur
#Mohon pengampunan
#Mohon kekuatan dan pengertian, tuntunan
( baca + merenungkan Firman )
Amin

KPK 90 : 1  PASRAHA

Pembacaan Firman :
YESAYA 6 : 1 – 8

KPK 190 :1 TYANG KANG MANUT ANGGER-ANGGER

RENUNGAN

KPK 116 : 1  PASRAH SUMARAH MRING GUSTI

DOA
#Ucapan syukur atas Firman
#Penyerahan diri dan mohon kekuatan penyertaan
Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadikan dan berikan komentar anda sebagai refleksi diri bukannya mengomentari kejelekan dan kekurangan kami