Kamis, 23 November 2017

Raker Komisi MD Malang 1













Di Jemaat Sumber Pucung
Komperlitbang





























Di Jemaat Sukun









Di Jemaat Kepanjen
Komisi Pembinaan Kesaksian

















Di Jemaat Gadang



























Sabtu, 04 November 2017

Perjanjian Allah ; Mari *kita buat tanda ikatan iman percaya kita*

Shalom Aleichem b'Shem Yeshua Ha Mashiach, saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, renungan siang ini dengan tema:

*Perjanjian Allah*

Saudara hubungan kehidupan kita dengan ALLAH adalah hubungan perjanjian antara ya dan amin. Semua atas dasar janji setia Allah kepada pribadi dan kepada setiap keturunan, kepada bangsa Israel dan umat pilihan pada saat Firman diperkatakan.

Setiap Firman- perkataan Allah itu mengandung janji. Sekarang masih adakah janji Allah termaktub pada Firman di bawah ini ? Dan pada Firman-firman Allah lainnya ?

*Yesaya 5:7 (TB)*  Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Kaum Israel adalah kebun anggur Allah, Orang Yehuda tanaman-tanaman kegemaran Allah. Kebun anggur dengan tanaman anggurnya akan menjadi kenyataan (Di sinilah letak janji Allah) apabila keadilan dan kebenaran ditepati untuk diwujudnyatakan di dalam kehidupan umat Israel dan Yehuda. Allah menantikan keadilan dan kebenaran untuk mewujudkan Kebun Anggur dan tanaman-tanaman lainnya yang tumbuh di luar kebun anggur.

Kepada diri kita dan anak keturunan kita... Tiga atau empat generasi kita bisa secara keseluruhan menjadi kebun anggur yang diberkati Allah, atau hanya menjadi tanaman-tanaman secara lepas sendiri-sendiri ?.

Janji Allah tetap berlaku untuk digenapi dan tetap ada diberikan kepada kita, di setiap kita membaca Firman ,dari Alkitab ataupun ketika kita mendengar setiap Firman yang disampaikan secara lisan.

Mari saudara kita lebih teliti di dalam menerima 'Janji' Firman- perkataan Allah; Dan, apakah sudah kita lakukan hidup berkeadilan dan memenuhi semua kebenaran Allah ?. Mari mulai sekarang kita mengikat perjanjian dengan Allah. Sebab Allah lebih dulu memberikan janji Firmannya; Sekarang kita harus lebih bersungguh-sungguh  di dalam membalas janji itu.
Mari *kita buat tanda ikatan iman percaya kita*. Seperti yang dilakukan Yosua bersama generasi mudanya.

Dengan tanda sunat. Seluruh anak generasinya disunat.

Yosua 5:7, 9 (TB)  7.Tetapi anak-anak mereka yang telah dijadikan-Nya ganti mereka, mereka itulah yang disunat Yosua, sebab mereka belum bersunat, karena mereka tidak disunat dalam perjalanan.
9.Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Sunat bagi kita sekarang, adalah waktu bagi kita dan anak cucu kita untuk memperbaharui iman kepada Allah. Oleh karena itu marilah kita giat memberlakukan di dalam hidup ini semua janji Allah dan semua perjanjian kita dengan Allah.

Mari kita berkeyakinan bahwa kita telah menerima penghapusan dosa dan telah menerima pembaharuan hidup bersama Yesus. Bersama Yesus semua kehidupan kita diperbaharui di hadirat Allah.

Ayo saudara... kita pergunakan kesempatan ini.

Mari kita wujudkan hidup bertolong-tolongan, hidup saling membantu menguatkan untuk menerima berkat-berkat rohani dan jasmani yang telah dicurahkan dan sedang diberikan kepada kita sesaudara.
Mari kita wujudkan seperti apa yang dialami oleh para murid di dalam mengikut Yesus Tuhannya.

*Lukas 5:7 (TB)*  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Mari kita saling memberi isyarat bila ada yang berkekurangan dan berkelemahan.... Kita usahakan kepada saudara-saudara sepersekutuan dan saudara-saudara seiman- sepercaya, kita usahakan untuk segera bertolong-tolongan agar iman dan janji itu terwujud dengan benar dan adil seturut rencana kehendak Allah.

*Mazmur 9:9 (TB)* Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Sekarang bagaimana ketika tiba waktunya kepada kita ditanya oleh si Pemberi Janji yang adil dan benar ... dengan apa yang sudah kita perbuat selama kita menjalani hidup. Apakah kita akan mendapatkan wujud berkat janji Allah itu.

Saudara... Semua itu tergantung  atas pemenuhan janji iman kita dan tergantung dari kesungguhan kita, di dalam menghadapi akhir masa bersama Yesus Tuhan Sang Hakim Adil. Setiap manusia akan menghadapi pengadilan Allah. Bersiaplah dan hadapilah dengan penuh suka cita.

Tuhan Yesus memberkati. Amin

*PD GIDEON SUWARU*

Turiman







Shalom Alaichem b'Shem Yeshua Ha Masiach, saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus firman hari ini diambil dari :

*Filipi 1:29 (BIMK)  Sebab Allah sudah memberi anugerah kepadamu bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menderita bagi Kristus.*

Dengan tema:

*Anugerah untuk menderita karena Kristus*

Saat ini kita sudah semakin merasakan, bagaimana maksud dan kehendak Allah semakin dinyatakan, baik dalam Persekutuan Doa maupun secara pribadi pada diri kita.

Saya mengikuti PD Autopia ini sejak saya masih SMP, walaupun dulu hanya ikut-ikutan, karena saat di jl Semeru ruangannya juga tidak luas, dan cukup penuh, saya sering hanya berada di halaman parkir saja (di luar, dibelakang) dan saat itu gak pakai speaker, sehingga ya tidak bisa mendengarkan firman.

Namun, walaupun tampaknya sia-sia, tetapi ternyata tidak, karena di mana ada persekutuan Roh, disitu ada kuasa, sedikit demi sedikit pemahaman saya akan "Firman" dan "Roh", semakin meningkat.

Sejak pindah ke Bukit Barisan, saat itu saya sudah SMA, kerinduan saya untuk datang ke PD Autopia ini semakin hari semakin kuat.

Dan kerinduan ini begitu kuat saat saya kuliah di Surabaya, jadi memang agak aneh, biasanya makin jauh itu seharusnya makin malas untuk datang, ini saya makin rindu untuk datang, walaupun saat di Surabaya saya cuma bisa datang di hari sabtu saja, tetapi itu saya perjuangkan betul untuk selalu bisa ikut, bahkan saat saya kuliah sambil bekerja, padahal kerja saya sampai hari sabtu, pulang kerja jam 5 sore saya langsung balik ke malang dan tidak pulang ke rumah, tetapi langsung ke Persekutuan Doa.

Bahkan pernah, suatu ketika saya ada acara retreat di Pandaan, karena inginnya ikut PD, saya belain ijin pulang buat ikut persekutuan doa.
Saat itu, walaupun pemahaman saya akan karya Roh masih sangat kurang, tetapi kerinduan saya untuk datang begitu kuat.

Dan sesuai dengan firman pada nats di atas,  bahkan ternyata kita tidak hanya diberi anugerah untuk percaya (iman) tetapi juga dalam memenuhi iman itu, kita diberi kesanggupan untuk menderita dalam mewujudkan iman percaya kita itu (perbuatan iman)

Walaupun untuk mewujudkan iman percaya saya, saya harus berjuang dari Surabaya ke Malang untuk datang hal ini adalah anugerah Allah, karena bila tidak, tentu saya akan lebih enak tidur-tiduran di kos, atau kongkow sama temen-teman, atau bahkan jalan-jalan ke Mall, tetapi tidak, saya lebih memilih untuk datang ke PD, sungguh penuh perjuangan, saat belum ada kendaraan sendiri, semua dijalani naik kendaraan umum dari Surabaya sampai ke Bukit barisan, ya bersyukur saat itu jarak Surabaya Malang masih bisa ditempuh 2 jam tidak seperti sekarang yang harus ditempuh lebih panjang waktunya.

Dan buah dari perjuangan saya saat itu begitu saya rasakan, walaupun secara rohani masih 'miskin' tapi saya merasa begitu diberkati, walaupun banyak mengalami kemalangan (pernah kehilangan motor, kuliah berhenti di tengah jalan, dan sebagainya) tetapi saya senantiasa diberi kekuatan dalam menjalaninya, dan bagaimana Allah menata hidup saya, saat itu, hingga sekarang.
Sungguh, penderitaan ini adalah anugerah dariNya.

Jadi jika saat ini, kitapun harus mengalami penderitaan, baik itu secara jasmani (tubuh), maupun secara batin, tidak menjadi masalah dalam mengikut Tuhan Yesus, karena semuanya itu Anugerah, yang tidak hanya nanti, upahnya kita rasakan (di kehidupan kekal) tetapi sejak saat ini pun kita sudah bisa merasakannya.

Tetap perjuangkan iman kita didalam Kristus, walaupun dalam memperjuangkannya kita harus mengalami penderitaan.

*Roma 8:35 (TB)  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?*

Amin, Tuhan Yesus Memberkati.

*PD Autopia Malang*
andika zakaria









Shalom Alaichem b'Shem Yeshua Ha Masiach

Renungan pagi ini dengan tema:

Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Dasar Firman:

Matius 22:14 (TB)  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Ayat tersebut di atas merupakan bagian dari perikop tentang Perumpamaan perjamuan kawin.

~Undangan pertama ditujukan kepada bangsa pilihan Allah. Mereka mendapat prioritas untuk hadir dalam Perjamuan kawin, tetapi mereka tidak mau datang.

Matius 22:3 (TB)  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

~Semuanya sudah tersedia,maka  sekali lagi Raja menyuruh hamba lainnya untuk mengundang mereka,namun mereka tidak mempedulikan.Mereka lebih mementingkan keperluannya sendiri.

Matius 22:4-5 (TB)  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,

~Undangan pertama dan kedua tidak ada yang mengindahkannya,maka undangan terakhir disampaikan kepada orang jahat dan orang baik di persimpangan jalan.

Matius 22:8-9 (TB)  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap  orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.

Saudaraku kekasih Kristus,

Undangan pertama disampaikan kepada orang percaya (kristen,) termasuk kepada kita.
Adakah kita merespon dengan benar pilihanNya ataukah berdalih karena berbagai alasan dan kepentingan  duniawi yang fana.

Ingatlah saudaraku.
Jika orang kristen tidak merespon dengan
nn sungguh,karena lebih mencintai dunia ini,maka pilihanNya bisa beralih kepada orang lain.

Matius 21:31-32 (TB)  Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

Berbahagialah orang yang merespon dengan benar undangan Bapa,karena  diperkenan masuk perjamuan kawin Anak domba.Amin.

PD Autopia
dwicahyono