Jumat, 07 November 2014

BERJAGA-JAGALAH

IBADAH  MINGGU
2 Nopember 2014



Tema Bulanan :
Siapa mau mencari, menemukannya



Tema Minggu :




BERJAGA - JAGALAH
 







Bapak, Ibu
 Saudara
yang terkasih
di dalam TUHAN YESUS

Apakah
kita semua ini
pernah melakukan tindakan
 berjaga-jaga atau berwaspada diri ?

Kalau dijelaskan lebih lanjut …
Berjaga-jaga atau berwaspada diri
dalam hal apa ?

Ya,
 jawaban atas berjaga-jaga
yang Bapak, Ibu, Saudara lakukan itu
 benar;

Sebab
sebagai orang yang hidup
sebagai orang yang memiliki masa depan-
 masa yang akan datang
pasti selalu berusaha
untuk mengantisipasi-
untuk mengamankan
 bahkan kalau perlu berusaha
untuk menolak hal-hal
yang tidak kita inginkan itu terjadi
 dan
menjadikan malapetaka bagi diri kita.

Contohnya adalah
 berjaga-jaga di bidang keamanan :
Kita dirikan pos kamling
 (Pos keamanan lingkungan),
kita bentuk piket jaga
 untuk setiap minggunya
dan sebagainya-
dan sebagainya
semuanya kita rencanakan
dengan persiapan yang matang

Berjaga-jaga
 itu dilakukan
sebelum segala sesuatu hal
yang kita perkirakan
pasti akan terjadi-
itu ada peluang/ kesempatan untuk terjadi
bahkan kalau perlu
kita bisa menangkalnya
 janganlah sampai tejadi
dan
janganlah sampai  menimbulkan permasalahan
 yang akhirnya dapat menyulitkan diri kita

Bapak, Ibu Saudara
 yang terkasih
di dalam TUHAN YESUS

Berjaga-jaga,
 seperti sedia payung
sebelum turun hujan;

Menabung
untuk investasi
masa tua-
untuk biaya seekolah dan kuliah anak-anak;
Mengikuti asuransi kesehatan
Sebab sekali waktu pastilah kita sakit
karena kita tahu
pastilah biaya pengobatan
dan
biaya rawat inap rumah sakit
 sangat mahal


Bapak, Ibu Saudara
 yang terkasih
di dalam TUHAN YESUS

Berjaga-jaga
itu adalah sesuatu hal yang ‘lumrah’-
adalah sesuatu yang biasa dilakukan
 senyampang-
‘mumpung’
masih ada waktu

Yang jelas
 berjaga-jaga itu
pasti berguna dan besar manfaatnya
Apalagi bila berjaga-jaga itu
dilakukan dengan perencanaan dan persiapan
 yang matang dan sungguh-sungguh

Tidak ada orang melakukan
kegiatan berjaga-jaga
 dengan sambil lalu;
sebab dari keberhasilan berjaga-jaga
yang dilakukan
 dengan penuh kesungguhan
itu semua
akan membuahkan :
Tidak terganggunya kegiatan
dari pencapaian tujuan hidup
yang ingin kita raih
dan
yang ingin kita alami
dengan baik dan berhasil-
 memuaskan


Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

Seperti ada  perumpamaan
 5gadis  bodoh dan 5 gadis bijak,
Mereka sama-sama melakukan persiapan
 untuk menyongsong datangnya mempelai laki-laki

Itulah masa depan mereka
beberapa saat kemudian
yang sudah mereka rencanakan
 tetapi
 yang ditunggu-tunggu
 belumlah menunjukan tanda-tanda
 kedatangannya
sehingga menipislah berbekalan
dan
susutlah minyak bagi pelitanya

Ketika kabar dari jauh terdengar
bahwa rombongan mempelai
sudah semakin dekat
 terjadilah percakapan dan dialog
diantara ke-10 gadis itu
tentang minyak
yang mereka bawa masing-masing

Yang 5 gadis
mulai kehabisan minyak
dan
ke-5 gadis itu
tidak dapat melanjutkan penantian
 dalam menyambut mempelai-
dalam keadaan kehabisan minyak
 padahal sewaktu-waktu
 sang mempelai akan datang

Itu terjadi
karena ke-5 gadis itu kurang persiapan-
kemudian dalam waktu yang sempit
 ke-5 gadis itu memutuskan
 untuk meninggalkan lokasi penantian
 untuk mencari tambahan atau membeli minyak


Demikianlah nasib
yang menimpa ke- 5 gadis bodoh
yang tidak dengan sungguh-sungguh
 melakukan persiapan,
dan
tertutup pintu
karena mempelai laki-laki sudah datang


Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

Bagi ke-5 gadis bijak,
 mereka semua dapat masuk
bersama sang mempelai
kemudian larut-
turut serta
 dalam pesta kegembiraan
tetapi tidak demikian
bagi ke-5 gadis bodoh
meskipun mereka sudah berusaha
mengetuk pintu dan meminta ijin
 untuk dapat masuk ke dalam

Ayat 11 :
“Tuan, tuan bukakanlah kami pintu!.
 Tetapi pihak mempelai laki-laki
 menjawab :
 “Aku berkata kepadamu,
 Sesungguhnya
 aku tidak mengenal kamu”.
“Karena itu berjaga-jagalah,
sebab kamu
tidak tahu
 akan hari maupun saatnya”


Demikianlah
Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

Tetaplah ke-5 gadis bodoh itu
tidak berhasil bertemu
dengan mempelai laki-laki

Kisah perumpamaan
 ke-5 gadis bodoh
di dalam berjaga-jaga ini
Sama seperti
yang dipersiapkan
oleh raja Herodes Agung
yang piawai-
 yang ahli
dalam pekerjaan berjaga-jaga

Herodes
dikenal sebagai raja
 yang rajin membangun benteng-
bahkan beberapa benteng pertahanan
sudah ia dirikan

Benteng-benteng itu
  Herodes buat sangat megah dan kuat-
didirikan di tempat yang sulit dijangkau,
 benteng-benteng ini
sangat ideal
untuk mengintai musuh
 tetapi sulit
untuk didatangi-
 diserang oleh musuh

Masada
adalah nama salah satu benteng
yang memiliki keunikan

Benteng Masada
 berada di Selatan Israel
terletak 400 m
dari permukaan laut-
di atas bukit bebatuan
 (Sangat sulitlah untuk dijangkau)

Benteng Masada ini
tidaklah seperti benteng-benteng lainnya
sebab benteng ini
tidak ubahnya-
tidak berbeda jauh
dengan sebuah istana besar
yang dilengkapi dengan
beberapa banyak menara intai,
gudang senjata,
 barak atau tempat tinggal prajurit,
 dan
 waduk-
tempat penampungan air hujan.
Dan lagi
di dalamnya
ada Sinagoge-
tempat ibadah,
ruang hiburan dan ruang rapat
serta
kolam pemandian air panas


Sangat fantasis
Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

berapa besar biaya pembangunannya ?
tetapi itu bukanlah hal yang penting

Yang penting adalah
bila sewaktu-waktu
 dalam keadaan genting
 di serang musuh :
Raja Herodes
beserta pasukannya
 masih dapat bertahan diri
 dari serangan musuh

bertahan
dalam keadaan aman dan nyaman-
meskipun seberapa lamapun waktunya
di dalam benteng,
keadaan Herodes
 tetaplah
 dalam keadaan aman dan nyaman

itu
yang menjadi tujuan berjaga-jaga
 dengan membangun benteng Masada

Benteng
yang dibangun
dengan kerja keras
dalam waktu sangat lama
dan
dilakukan dengan perencanaan


Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

Semuanya itu
 dilakukan oleh Raja Herodes
 atas kekuatirannya
yang luar biasa

Motivasinya adalah
agar kekuasaannya tidak runtuh-
Herodes berambisi
mempertahankan kekuasaannya
terhadap musuh-musuhnya
di kala perang terjadi

Dan,
untuk mempertahankan diri
 terhadap musuhnya pun

 Herodes tidak segan-segan
mengambil sikap politik yang kejam

Ingat !:
Ketika ada kabar
tentang kelahiran RAJA BARU
(Ingat :
 Peristiwa Orang-orang Majus dari Timur;
 Yusuf-Maria dan bayi YESUS
 menyingkir ke Mesir;
dan
 Peristiwa Pembunuhan anak-anak
di Betlehem
 atas perintah Herodes
(MATIUS 2 : 1 – 18))

Inilah berjaga-jaga
 yang dilakukan Herodes
 untuk mempertahankan hidup dan kekuasaannya

Tetapi bagaimana kenyataannya
Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

di dalam kekuatirannya yang sangat besar,
Raja Herodes
 justru mengalami bertubi-tubi malapetaka :
Isterinya mati
karena kecemburuannya;

Putra mahkotanya mati
karena dirinya pula


ternyata
Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

Kehancuran kerajaan Herodes ini
 bukan karena ketidak berhasilannya
 untuk menangkal serangan musuh
tetapi kehancurannya lebih dikarenakan
 kurang kuatnya pertahanan mental diri
Herodes-
mental Herodes lemah


Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

Kedatangan TUHAN YESUS
 di dunia ini
untuk kedua kalinya
 tidak ada
orang yang tahu
 kapan waktunya

Ataukah ketika
kita sudah dipanggil-
 mati-
berpulang

Maslah mati dan berpulang
kepada ALLAH
Itu adalah kepercayaan
 dari setiap orang percaya
 kepada YESUS TUHAN
karena kita
juga percaya
bahwa YESUS TUHAN
 sudah mati dan sudah bangkit
 maka
kita yang matinya
sebelum kedatangan TUHAN YESUS
akan dikumpulkan ALLAH
 bersama-sama
dengan YESUS TUHAN
(Ayat 14; 1 TESALONIKA 4)

Berbahagialah kita
yang terus melakukan
 sikap berjaga-jaga
pada saat YESUS TUHAN
 datang
untuk kedua kalinya
ke dunia ini;
 Kita masih hidup.

Sebab dikatakan
(Ayat 5; 1 TESALONIKA 4) :
 Kita yang hidup,
kita yang masih tinggal
 sampai kedatangan TUHAN,
sekali-kali
 tidak akan mendahului mereka
yang telah meninggal


Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS
Berjaga-jagalah
supaya iman percaya kita
 tetap menyala-nya

Jangan padamkan ROH ALLAH
 yang menyala-nyala
dari dalam diri kita;
Biarlah FirmanNYA
yang menjadi pelita
 bagi kaki kita
 terus menyala
menerangi
langkah kehidupan kita
masing-masing

Sebab
 pada waktu tanda diberikan,
yaitu
pada waktu penghulu malaekat berseru
dan
sangkakala ALLAH berbunyi,
maka TUHAN YESUS sendiri
 akan turun
dari Sorga
dan
mereka yang mati
 dalam KRISTUS
 akan lebih dahulu  dibangkitkan,
sesudah itu,
kita yang masih hidup,
yang masih tinggal,
akan diangkat
 bersama-sama
dengan mereka
 dalam awan
untuk menyongsong TUHAN YESUS
 di angkasa.
 Demikianlah kita
akan selama-lamanya
 bersama-sama
 dengan TUHAN
(Ayat 16-17; 1 TESALONIKA 4)


Demikian
Bapak, Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS

inilah peringatan dan hiburan
bagi diri kita
di dalam mengikut TUHAN YESUS
 supaya memiliki hati
 yang bijak
 seperti ke-5 gadis yang bijak
 di dalam  menantikan kedatangan
TUHAN YESUS-
SANG MEMPELAI

Kiranya
kasih karunia dan damai sejatera
ALLAH BAPA, PUTRA dan ROH KUDUS
 senantiasa hadir
 di dalam kehidupan kita
 sekarang dan selanjutnya
selama kita menjalani hidup

Kita
harus selalu menyiapkan diri
secara rohani
atas pemberian iman
yang kita miliki
 sekarang ini
 jangan dipadamkan imanmu
 karena dengan iman inilah
 kita dapat senantiasa berjaga-jaga
 di saat yang baik maupun tidak baik

dengan iman inilah
kita akan tekun berdoa,
mendengar Firman
 bahkan
 kita dapat bersyukur

Bersyukur
bahwasannya Kerajaan Sorga itu
 telah hadir
di dalam kehidupan kita
 dan
kita akan terus menantikan
 datangnya Kerajaan Sorga

Kerajaan Sorga
tidak lain adalah TUHAN YESUS
tidak lain adalah ROH KUDUS
hanya bersama dengan TUHAN YESUS saja
 kita dapat lakukan
 dengan sungguh-sungguh
penantian kedatanganNYA
 untuk kedua kalinya

Yakinlah dan percayalah
 bahwa TUHAN YESUS
 akan selalu menolong kita
AMIN
















VOTUM : (berdiri)
KJ     2 : 1  SUCI, SUCI, SUCI

Sidang Jemaat,
Selamat pagi !

Kiranya
Damai sejahtera dan Kasih
ALLAH BAPA, PUTRA dan ROH KUDUS
Ada bersama kita hari ini dan selama-lamanya
AMIN
(duduk)

2.    INTROITUS    :    YESAYA 5 : 9-10
9.
Di telingaku terdengar firman TUHAN semesta alam : “Sesungguhnya banyak rumah akan menjadi sunyi sepi; rumah-rumah yang besar dan yang baik tidak aka nada penghuninya.
10.
 Sebab kebun anggur yang luasnya sepuluh hari membajak akan menghasilkan hanya satu bat anggur”.


KJ      3  : 1, 2    KAMI PUJI DENGAN RIANG

3. PENGAKUAN  DOSA : …Matius  22 :  37 – 40
KJ      29  : 1, 4   DI MUKA TUHAN YESUS

Berdoa :   …   AMIN
4. BERITA  ANUGERAH : (( berdiri …
1 YOHANES 3 : 5 - 8
5.
Dan kamu tahu, bahwa IA telah menyatakan diriNYA, supaya IA menghapus segala dosa , dan di dalam DIA tidak ada dosa
6.
 karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam DIA, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa , tidak melihat dan tidak mengenal DIA
7.
Anak-anakKU, janganlah membiarkan seseorangpun menyesatkan kamu, Barang siapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti KRISTUS adalah benar;
8.
Barang siapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah ANAK ALLAH menyatakan DIRINYA, yaitu supaya IA membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.


4. PELAYANAN  FIRMAN :
KJ 49 : 1, 5 FIRMAN ALLAH JAYALAH
KIDUNG AGUNG 3 : 1-5
1 TESALONIKA 4 : 13 -18
MATIUS 25 : 1-13
Berbahagilah kita yang senantiasa menaruh perhatian atas segala Firman ALLAH dan berusaha untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. AMIN 3X …..
KOTBAH  …
BERJAGA-JAGALAH

KJ      376   :  1,  3    IKUT DIKAU SAJA, TUHAN

5. PENGAKUAN  IMAN  RASULI … selesai duduk ))
PENGAKUAN IMAN RASULI

Aku percaya kepada Allah yg Maha kuasa

Khalik langit dan bumi

Dan kepada Yesus Kristus

AnakNYA yang tunggal Tuhan kita

Yang dikandung daripada Roh Kudus

lahir dari anak dara Maria

yg menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus

Disalibkan mati dan dikuburkan

turun kedalam keerajaan maut

Pada hari yang ketiga

bangkit pula diantara orang mati

naik ke sorga

duduk disebelah kanan Allah

Bapa yang Maha kuasa

Dan akan datang dari sana utk menghakimi

orang yg hidup dan yg mati

Aku percaya kepada Roh kudus

gereja yang kudus dan Am

persekutuan orang kudus

pengampunan dosa

kebangkitan daging

dan hidup yang kekal

Amien





6. PERSEMBAHAN : Tiba saatnya …
Dasar          :   AMSAL  11   :  24 -25
24.Ada yang menyebar harta,
tetapi bertambah kaya,
 ada yang menghemat secara luar biasa,
 namun selalu berkekurangan
25.Siapa banyak memberi berkat,
diberi kelimpahan,
 siapa memberi minum,
ia sendiri akan diberi minum


KJ      287a : 1 -        SEKARANG BRI SYUKUR
DOA           :  Syukur persembahan &
persiapan dengar-dengaran FIRMAN
….

7.  DOA SYAFAAT :


8.  PENGUTUSAN & BERKAT : (berdiri)
Saatnya kita undur dari ibadah ini

KJ      408 :  1       DI JALANKU: KU DIIRING



TUHAN memberkati engkau dan
melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajahNYA dan
memberi engkau damai sejahtera
TUHAN menghadapkan wajahNYA kepadamu dan
memberi engkau damai sejahtera
Hari ini sampai selama-lamanya

AMIN














Sabtu, 18 Oktober 2014

KEKAYAAN YANG MENYESATKAN

Renungan
Pembukaan Raker
Komperlitbang MJ dan MD Malang 1
Minggu, 31 Agustus 2014
09.30







KEKAYAAN 
YANG MENYESATKAN




YAKOBUS 5 : 1 – 3


 Peringatan kepada orang kaya
1)   Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu !
2)      Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat !
3)      Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
4)      Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ketelingaTUHAN semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
5)      Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
6)       Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.





Bapak Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS
Kita
yang terpanggil
di dalam Jemaat
 ‘Patunggilan kang nyawiji’
GKJW

Kita
yang menjadi komisi lintas bidang,
 komisi
yang dijadikan dan dikatakan
 sebagai ujung tombak
di dalam berpikir-
 menganalisa dan merencanakan
demi pembangunan Jemaat TUHAN

Tentu
di dalam diri kita masing-masing
kita memiliki kekayaan
 yang dikaruniakan oleh ALLAH,

karunia berpikir dan karunia mentalitas
 untuk berani mengevaluasi
bahkan meneliti
dengan cara seksama
dan
kemudian merencanakan
dengan banyak-banyak pertimbangan


Bapak Ibu Saudara
Betapa kayanya kita ini
sebab
dengan kekayaan itu
semuanya mungkin terjadi
untuk diwujud nyatakan
 di dalam kehidupan berjemaat

Kehidupan yang sangat diangan-angankan
untuk terjadi
di dalam organisasi gereja
yang tidak lain adalah
 tubuh KRITUS
 di dunia ini


Bapak Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS
Apa yang kurang
di dalam kehidupan berjemaat
melalui komisi kita ini ?

Sebab di sini
banyak kekayaan dan sumber daya manusia
 yang terpilih
 untuk dibangun
dan
terus diperkaya
 dan
memperkaya diri

Bapak Ibu Saudara
yang terkasih
 di dalam TUHAN YESUS
Rupanya
 kita diingatkan
di dalam perikop bacaan
tentang Peringatan
kepada orang kaya

Kekayaan di sini
 yang dimaksudkan bukanlah
 kekayaan duniawi
yang berwujud material dan natura
 tetapi kekayaan immaterial
yang bersifat non fisik
yaitu intelektual
tetapi semuanya itu
baik yang material maupun yang immaterial
itu
 sebagian kita dapat
 dari hasil kerja menambang
 kekayaan duniawi ini
dan
 dari hasil kita di dalam terus berpikir
secara duniawi


Akhirnya  
Bapak Ibu Saudara
yang terkasih
Hal-hal duniawi ini
dapat membelenggu
iman percaya kita

Iman percaya
 yang membawa kita
 kepada perubahan hidup
dari yang duniawi menuju sorgawi

Duniawi yang menjadi sorga :
‘Datanglah Kerajaan ALLAH’ di dunia ini

Inilah Komperlitbang-
diri kita
yang juga seharusnya pikirkan :

Bukan kesejahteraan duniawi
yang harus kita cari
bukan kekayaan duniawi
 yang kita upayakan

tetapi
bagaimana cara berpikir
dan
 bagaimana cara pandang ALLAH
 di dalam merencanakan kebaikan-kebaikan
 bagi umatNYA

Cara pandang
untuk mementingkan duniawi
dari kebanyakan orang-orang kaya
ini sangat ditolak oleh ALLAH

sebab cara pandang duniawi
tidak ada upah atas jerih payahnya
 dan
yang ada hanya keburukan-keburukan
bagi sesamanya


Demikian
Bapak Ibu Saudara
yang terkasih
 akibat dari cara pandang duniawi
yang dimiliki oleh orang-orang kaya

Upahnya dimakan ngengat

Kiranya
kita yang sudah diperkaya
dan
kita yang sudah diberi karunia
kekayaan intelektual

Kita tidak tersesat
Segala sesuatunya
 tidak kita ukur dan kita rasakan
 secara dunia
sebab pasti
keuntungan dan kerugianlah
yang menjadi tujuan berpikir
kita

Kiranya ROH KUDUS
menolong kita
untuk mampu menjadi satu bagian
 yang utuh
 di dalam pembangunan tubuh KRISTUS
‘ALLAH’
 di dunia ini

Bukan kita
yang paling benar
 sebab kebenaran itu
adalah milik ALLAH
 SANG KEPALA GEREJA

Kebenaran
 yang kita miliki
hanya sebagai bagian kecil
dari kekayaan diri ini

Maka
haruslah diserahkan sepenuhnya
 untuk kebaikan dan pembangunan Gereja/ Jemaat
kiranya semuanya
 seturut dengan kehendak ALLAH

seringkali
di dalam Gereja/ Jemaat/ Warga kita
 ada perbedaan
satu dengan yang lainnya
 sesuai dengan tingkat kekayaan
dan
percepatan perkembangan masing-masing
itulah kekayaan
 yang TUHAN ALLAH berikan
kepada kita

Kembali kita berpikir
bersama TUHAN YESUS

Kiranya
 TUHAN YESUS memberkati kita
AMIN
































1.      Doa

2.      Pembacaan Alkitab :
YAKOBUS 5 : 1 – 3

3.      Memuji KJ 249 : 1
Serikat Persaudaraan

4.      Kotbah ….

5.      Doa :
a. Syukur Firman
b. Komperlitbang Jemaat diperjalanan 
c. Menyerahkan waktu & kegiatan Raker dari awal sd akhir

6.      Memuji KJ 375 ( 2X )
Saya mau ikut YESUS




SIH KATRESNAN INGKANG NGEDALAKEN WOH

Rancangan Renungan Ibadah Brayat: 
Kamis, 21 Agustus 2014




SIH KATRESNAN INGKANG NGEDALAKEN WOH


1 TESALONIKA 3 : 4 – 13


12. Sarta maneh, muga GUSTI karsa ndadekake saya wuwuhing katresnanmu nganti luber marang padha sadulur lan marang wong kabeh, padha kaya anggonku iya padha nresnani kowe.



Patunggilan …. Sinareh kita menika mboten saged gesang piyambak tanpa pitulunganing tiyang sanes mila kita kagulang supados tumindak katresnan. Rahajeng kita ingkang saged ngraosaken sesambataning tiyang sanes. Pasambating tiyang sanes menika saged kaucap utawi kalair lan saged ugi mboten kalairaken sacara lesan.

Patunggilan …. Ulat lan tindak tanduk saged nedahaken kaprihatosaning dhiri. Kados conto cariyos : Ing sawijining wekdal wonten lare amping-amping ing sajawinipun toko lajeng tanganipun ngranggeh mendet ‘obat’. Lajeng tumindaking lare kalawau kasumurupan dening Ibu ingkang njagi toko. Lare kalawau dipun dukani lan kadunungaken kalepatanipun mawi pangucap ingkang keras ngantos kapireng dening Bapak ingkang marung sadeyan sekol. Lajeng, Bapak menika mundhut pirsa dumateng lare kalawau : “Wong tuamu lara ta ?” (Lare kalawau mendel mboten paring panjawab ngantos muwun). “Wis iki Bapak bayar obate lan iki sop lan sega gawanen mulih”. Lare kalawau tetep mendel langsung nilar Bapak ingkang maringi sop menika.

Patunggilan …. Raosing manah ingkang nampi pitulungan mesti mboten saged kendel mendel. Saos syukur ingkang mboten kaucap ing tutuk lan lambe mesti kabeta ngantos sadanguning gesang. Ing pamikir lang pangraosing manah mboten saged nyelaki katresnaning tiyang ingkang kanthi tulus paring pambyantu. Mbok menawi kados makaten raosing manah kita bilih ugi ngalami gesang kados lare kalawau.
Lajeng kados pundi bab katresnan ingkang kita tampi saking tiyang sanes ing sauruting gesang kita ?. Kados pundi dayaning katresnan ingkang kita tampeni saking sakathahing tiyang ing sauruting gesang kita ngantos dumugi wekdal samangke bilih kita ugi taksih nampeni mawarni-warni wujuding katresnan ?.

Patunggilan ….  Lare menika saged nggadahi katresnan ingkang luber karana sampun nampi pengalaman dipun tresnani.  Kathithik sadanguning 30 tahun; si Lare menika sampun dados dokter ingkang kebak welas asih. Lan Bapak ingkang sadeyan sekol lan nate paring sop mboten kasengaja ugi nampi pitulunganing Lare menika. Bapak ing yuswa sepuh lan nandhang gerah, penyakitipun awrat (sanes penyakit limrah). Tamtu si Bapak estu mbetahaken ragat ingkang kathah. Ananging Patunggilan … Cariyos KATRESNAN INGKANG NGEDALAKEN WOH : Estu mboten kanyana si Lare samangke saged  mbales katresnaning si Bapak kanthi nglunasi sadaya tagihan griya sakit. Ing kwitansi tagihan wonten seratan tangan : Sadaya sampun kabayar lunas 30 tahun kapengker kaliyan obat-obatan lan sak bungkus sop anget.

Patunggilan … lubering katresnan ingkang kabagi dumateng tiyang sanes pranyata saged dados tuwuhing katresnan ing dhirining sadherek sanes ingkang kita tresnani. Punapa malih bibit katresnan ingkang kita sebar dumateng lare, anak-anak- putra wayah kita, mesti ing tembe dewasa anak putra wayah kita menika ugi tuwuh dados pribadi ingkang kebak katresnan.
Rasul Paulus nanem wiji katresnan ing Pasamuwan Tesalonika. Pasamuwan Tesalonika ing titiwancinipun ugi sampun saged ngedalaken woh. Pasamuwan Tesalonika sanget anggenipun nyinau nindakaken gesang katresnan ing satengahing patunggilan.
Ing wiwitan buka anggenipun Rasul Paulus memucal bab katresnan; Rasul Paulus paring wawasan bab kasangsaran ingkang mesti badhe kaalaman dening saben tiyang pitados mila Rasul Paulus ngaturi supados bab katresnan kedah katandukaken lan katindaken dumateng para sadherek ingkang ngalami pacoben utawi kasangsaran kalawau.

Patunggilan……Gegayutan kaliyan reraosan kita bab katresnan menika kados pundi kahanan dhiri kita ?.   Punapa kita sampun sami purun gantos ginantos lumadi gesang ing sih katresnan ?. Punapa buktinipun ?. Sumangga kita tilik utawi kita padosi !.
GUSTI YESUS mberkahi kita. AMIN

u


2

GUSTI YESUS MENIKA SINTEN ? SANG ROH SUCI MENIKA SINTEN ?

Rancangan Renungan Ibadah Brayat: 
Kamis, 18 September 2014


GUSTI YESUS MENIKA SINTEN ?
SANG ROH SUCI MENIKA SINTEN ?


LUKAS 9 : 7 – 9

9b. Sapa ta sejatine wong iki, kang kawartakake nindakake prakara-prakara kang mangkono iku ?. Tumuli ngudi bisane ketemu karo YESUS

Patunggilan … Sinten kemawon ingkang saweg migesang ing jagad samangke tamtu katuntut nggadahi  ID (Identitas Diri). Seratan punapa kemawon wujudipun utawi KTP, SIM, Paspor, KK, Ijazah lan sanes-sanesipun ingkang saged nerangaken jati dhirinipun. Sidik Jari, praupan (bentuk wajah), warnaning pakulitan, tetenger (tanda lahir), golongan darah, DNA, cirri-ciri fisik (mripat, kuping, irung, rambut, janggut lan sanesipun).
Isining seratan identitas antawisipun bab Nami, Tanggal lahir, Alamat, Padamelan lan sanes-sanesipun malih.
Wonten cariyos bab salah tangkep lan salah tanggap dumateng  salah satunggiling pribadi/ tiyang karana kirang jelasing informasi wiwitan (( Saged pados conto piyambak): Upami- polisi klentu nangkep buronan, utusan utawi sopir klentu anggenipun mapag tamu ing bandara, … … ))

Patunggilan … Sang Nata Herodes ing jamanipun GUSTI YESUS makarya dereng ‘dong’- dereng paham lan dereng nate apatemu lan sami pinanggih. Bab GUSTI YESUS ingkang pasuryanipun ngetingalaken kawibawan agung dalasan kebak ing tumindak mujizat, piwucalipun mboten sami kaliyan para rabi (guru)  limrahipun. Nami GUSTI YESUS sampun sumebar ing saindenging tlatah negari ananging sinten sejatosipun GUSTI YESUS menika ?.
Makaten ugi Patunggilan … kathah warganing / masyarakat awam ingkang dereng mangertos sinten sejatosipun GUSTI YESUS menika ?.
Sawatawis tiyang mastani GUSTI YESUS menika Yohanes Pembaptis, Nabi Elia, langkung malih wonten ingkang mastani ‘Salah satunggiling Nabi’

Patunggilan … permasalahan salajengipun  enggal badhe tuwuh bilih tiyang mboten nyumurupi  sinten sejatosipun GUSTI YESUS menika. Sanajan ta tiyang sampun nate pinanggih (ateges mboten anamung miring naminipun GUSTI YESUS kados dene Sang Nata Herodes) lan ugi tiyang menika sampun nate kapitulungan ing sih piwelasing GUSTI YESUS (nate apatemu lan nampeni mujizat); Kados pundi permasalahan ingkang tuwuh anggenipun sami pitepangan ananging mboten trep anggenipun mangertosi/ memahami sinten sejatosipun GUSTI YESUS menika ?
Permasalahanipun inggih menika kados pundi tetiyang kathah utawi saben pribadi saged pitados  dumateng GUSTI YESUS.
Pancen sakedhik tiyang ingkang secara pribadi saged nggadahi lan nampi pemahaman pangertosan ingkang leres tumrap : Sinten GUSTI YESUS menika sejatosipun.

Patunggilan … Kanggening dhiri kita samangke menapa taksih dados pitakenan utawi taksih dados permasalahan Bab sinten menika DHIRI PRIBADIning GUSTI YESUS  …. ?. (Mestinipun mboten nuwuhaken masalah). Ananging kados pundi anggen kita nindakaken sesambetan kaliyan GUSTI YESUS ingkang dados pusat kaimanan kita (yang menjadi pusat iman kepercayaan kita). Sumangga kita raosaken ing salebeting manah lan kita enget-enget ing sadanguning kita nindakaken pigesangan saben dinten. Punapa GUSTI YESUS wonten ing dhiri kita lan dhiri kita ing ndalem GUSTI YESUS ?!.
Mbok bilih samangke kita mboten nggadahi permasalahan utawi kita samangke ugi kita sami ngraosaken wontening permasalahan anggen kita nyumurupi sinten ta GUSTI YESUS- JURU WILUJENG kula menika.

Patunggilan … Samangke wonten pitakenan malih kangge kita ingkang sami saged mitadosi ‘Sinten ta GUSTI YESUS’ menika. Pitakenanipun : SANG ROH SUCI MENIKA SINTEN ?. (Jawaban singkat : Bab TRITUNGGAL; GUSTI YESUS menika SANG ROH SUCI inggih SANG RAMA, tetiga tunggil).
Kanggening kita bab pitakenan: Sinten sejatosipun SANG ROH SUCI asring kita mboten saged enggal paring panjawab kados dene pitakenan Sinten sejatosipun GUSTI YESUS.

Patunggilan … Jawabaning Petrus rikala dipun dangu kaliyan GUSTI YESUS : “Lha, yen kowe dhewe, AKU iki sapa ?. Wangsulane Petrus : PANJENENGAN menika SANG KRISTUS!. Utusaning ALLAH. (Lukas 9:20)// (Terjemahan Jawi enggal – YESUS nuli ndangu marang sakabat,”Lah yen kowe, AKU iki sapa?”. Atur wangsulane Petrus,”MESIAS ingkang saking ALLAH”).
Samangke patunggilan … Kados pundi panjawab kita sami ingkang sanget saestu-estu anggen kita ndherekaken gesang tut wingking GUSTI YESUS lan SANG ROH SUCI ingkang karsa ndedalem ing manah batos kita ?. Punapa kita pangling kaliyan swantenipun GUSTI YESUS rikala SANG ROH SUCI dedhawuh dumateng kita ?. GUSTI YESUS mberkahi kita. AMIN