Selasa, 03 Februari 2015

SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

Persekutuan Doa Gideon
Minggu, 1 Februari 2015







SEGALA SESUATU 
ADA WAKTUNYA



KISAH PARA RASUL 6 : 7 – 12




7. 
Firman ALLAH makin tersebar,
 dan jumlah murid di Yerusalem
 makin bertambah banyak; 
juga sejumlah besar
 imam menyerahkan diri dan percaya

8. 
Dan Stefanus, 
yang penuh dengan karunia dan kuasa, 
mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda
di antara orang banyak

9. 
Tetapi tampilah beberapa orang 
dari jemaat Yahudi
 yang disebut jemaat orang Libertini- 
anggota-anggota jemaat itu 
adalah orang-orang dari Kirene
 dan 
dari Aleksandria-
 bersama dengan beberapa orang Yahudi 
dari Kilikia dan dari Asia. 
Orang-orang itu 
bersoal jawab dengan Stefanus

10.
 Tetapi mereka
 tidak sanggup melawan hikmatnya dan ROH 
yang mendorong dia berbicara

11. 
Lalu mereka menghasut beberapa orang 
untuk mengatakan : 
“Kami telah mendengar dia 
mengucapkan kata-kata hujat 
terhadap Musa dan ALLAH’.

12. 
Dengan jalan demikian
mereka mengadakan
 suatu gerakan 
di antara orang banyak
serta 
tua-tua dan ahli-ahli Taurat;
mereka menyergap Stefanus,
 menyeretnya 
dan 
membawanya
 ke hadapan Mahkamah Agama






Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN YESUS
Suatu hal yang aneh
 apabila seseorang
yang memiliki pengetahuan
 tetapi ia tidak mempercayai
 hasil karya usahanya.

Contoh :
Ada satu pengetahuan
akan hal yang baik dan yang jahat.

Pengetahuan ini
 yang oleh seseorang
telah dipelajari
sejak masa anak-anak hingga masa dewasa.

Hal yang baik bila dilakukan
 dapat dirasakan oleh orang lain
di sekitar kehidupannya;

Demikian pula
dengan hal-hal yang jahat
apabila seseorang ini lakukan,
orang lain di sekitarnya
 pasti akan berkomentar dan bereaksi

Seorang anak ini
akan merasa takut dan kuatir
 apabila ia
akan melakukan sebuah kejahatan
 karena kejahatan itu
 dianggap sebagai suatu kebenaran
 yang harus dijauhi dan dihindari-
 karena masyarakat dan lingkungannya
tidak menyukainya

Tetapi
 banyak hal yang ia terima
 ketika ia-
si anak ini
melakukan kebaikan-kebaikan

Ia
 dianggap sebagai seorang yang berharga-  
sebagai anak yang berbakti


Bapak Ibu dan saudara
yang terkasih
Seiring dengan
pertumbuhan iman dan kepercayaan
 dan
seiring dengan
 pertumbuhan usia dan kedewasaannya-

Si  anak ini
 Jelas-jelas semakin tua saja
umurnya
dan
ia semakin mengetahui hal-hal yang benar
dan
hal-hal yang salah;

Ia tahu tentang :
Hal-hal yang baik dan hal yang jahat

Dan
 ia mengetahui
bagaimana caranya untuk menampilkan diri
 di hadapan banyak orang
dengan tanpa mendapat resiko
 atas perbuatannya
karena ia juga sudah cukup mampu
 untuk memanipulasi kebenaran dan kebaikan
yang semu-
yang jahat itu
 ia mampu katakan itu adalah baik.

Bahkan,
 Iapun  juga mampu mengubahkan
 hal yang baik menurut dirinya-
 yang sudah dewasa ini
sebagai sesuatu hal yang jahat


Mengapa bisa demikian
 Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih
di dalam TUHAN YESUS

Seseorang
 bisa berubah
dari ketaatannya yang mula-mula
 atas satu perkara baik dan jahat
 atau dari satu perkara kebenaran
 tentang kebaikan dan kejahatan
 dengan segala akibat konsekwensi
yang seharusnya ia alami ketika ia melakukannya.

Mengapa bisa berubah ?
Dan ia berani untuk melakukannya ?

Inilah keadaan kehidupan di dunia ini
 seseorang yang mengamini akan hal-hal yang benar
 tetapi
 ia bisa berubah pada saatnya
 ia bisa memiliki kemampuan
untuk mengambil keuntungan-keuntungan
atas tindakan dan perbuatannya.

Ia tidak tunduk kepada akibat
atas perbuatan kejahatan
atau
ia tidak tunduk
atas akibat perbuatan baik

tetapi ia lebih tunduk
kepada pengetahuan
yang sungguh-sungguh ia percayai.

Inilah yang menjadi judul renungan kita :
SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA

ALLAH
menciptakan dan memberikan suatu kuasa
kepada kita itu ada waktunya

Kita
 bisa melakukan apapun
 di dalam kehidupan ini
 karena kita adalah manusia
 yang bebas
 untuk melakukan semuanya

Apakah kita mau
dan
apakah akan menerima kuasa dari ALLAH ?.

Atau
 Kita
 tidak akan
mengambilnya dan menerimanya.

Hal yang dikatakan
baik dan jahat itu
 tetap
di hadirat ALLAH-
sebab ALLAH kita itu
tidak pernah berubah

Kalau ALLAH itu
 mengasihi-
ALLAH itu
tetap mengasihi kita
 manusia
 untuk selama-lamanya

 Dan kalau ALLAH itu
 akan menghukum setiap manusia-
ALLAH itu
tetap kepada keputusanNYA

Itulah sebabnya
 mengapa ada Surga
 dan
 mengapa ada Neraka-

Mengapa ada kehidupan
bersama ALLAH
di dalam kedekatan yang erat
 (Pada lulusa ana ing AKU
lan
AKU ana ing kowe-

 tinggallah di dalam AKU
 dan
AKU di dalam kamu)
Mengapa
ada kehidupan yang harus dicampakan
 oleh ALLAH
 dan
ada kehidupan:
 tidak ada kedamaian dan keteduhan
di dalam hidup selama-lamanya.

Itulah neraka
yang penuh dengan kertak gigi


Bapak Ibu dan Saudara
 yang terkasih
Jumlahkan iman kita
 dengan perbuatan baik kita
bila ditimbang-timbang
 tentu tidak ada kesempurnaan dan ketaatan
kepada ALLAH
JURU SELAMAT kita
TUHAN YESUS

 Mari kita pelajari 
kehidupan iman dan keberimanan Stefanus
 dengan mempelajari 
kalimat-kalimat dan huruf yang ditebali

7. Firman ALLAH makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya
8. Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak
9. Tetapi tampilah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini- anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria- bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus
10. Tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan ROH yang mendorong dia berbicara
11. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan : “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan ALLAH’.
12. Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama


Amati dan pelajarilah 
apakah kehidupan Stefanus
 dan
 lingkungan hidupnya 
ada kesamaan dan kesesuaian 
dengan kita saat ini

 1. menyerahkan diri dan percaya
2. penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda
3. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus
4. mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan ROH yang mendorong dia berbicara
5.  mereka menghasut beberapa orang 
“Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan ALLAH’.
6. mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak
mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama


Bapak Ibu Saudara
demikian sekiranya kita
bisa mengalami hidup dan kehidupan
 di dalam iman dan kepercayaan kita
di dalam kita mengikut
 TUHAN kita
 YESUS KRISTUS

Seperti inilah kehidupan
yang nyata-nyata
 selalu terjadi
 sejak masa Stefanus
hingga saat ini

Yang berbahagia adalah kita
seperti Stefanus
yang teguh beriman dan percaya
 serta mengamini
 untuk melakukan setiap kebaikan
 dan
untuk  menghindari setiap kejahatan

sebab TUHAN YESUS
mengetahui semua perbuatan kita

Haleluya
AMIN




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadikan dan berikan komentar anda sebagai refleksi diri bukannya mengomentari kejelekan dan kekurangan kami