Jumat, 27 Februari 2026

Yesaya 64:6 (T

 IBADAH PD SILOAM

Kamis, 26 Feb 2026


Yesaya 64:6 (TB)  

⁶ Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. 


Tentrem Rahayu saka Allah Sang Rama Gusti Yesus Sang Putra sarta patunggilane Sang Roh Suci padha tampanana kabeh 


Ayo perhatikan firman-Ku siang ini, pandengen marang Gustimu apa sing diparingake marang sira awan iki..


Tidak ada satupun  di antara kamu kedapatan benar/ kudus di hadapan Allah. Contoh, ketika kamu berpikir tidak benar/menghakimi sdr mu, itu benar gak di hadapan Allah.? Sperti ketika kamu beribadah, ketika kamu tidak bersungguh hati, itu juga najis di hadapan Allah  kamu seperti kain kotor..

Dan kejahatanmu yng membuat kamu seperti daun yang diterangkan angin..

Salomo saja yang diberi hikmat masih berdosa, apalagi kamu.. kalau keberadaan mu spt itu, Allah apa mau mendengarkan kamu..?

Walaupun kamu berkali² berdoa..


Yesaya 1:15 (TB)  

¹⁵ Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 


Kalau Allah memalingkan muka-Nya, artinya doamu tidak didengarkan. Penyebabnya karena kenajisanmu, karena tanganmu masih penuh dengan kejahatan, artinya hati dan pikiranmu masih kotor, masih najis.

Kalau ini tidak dipahami, bagaimana kamu bisa kudus di hadapan Allah? Bagaimana pergumulanmu akan dijawab kalau kesalehanmu palsu? Tidak akan bisa merasakan  karya Allah yang sesungguhnya..


Karena itu..

Ibrani 3:13 (TB)  

¹³ Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.


Artinya saling mengingatkan satu dengan yang lain.  Menasehati itu bukan menghakimi. Karena itu kita harus mampu menjaga lidah kita. Jangan sampai menyakiti hati orang.

Kadang orang itu sulit menerima nasihat dari orang lain. Apalagi orang yang sudah tua. Merasa benar.

Apalagi kl orangtua dinasehati anaknya. Tidak mau diingatkan. Itu lah kamu semua. Keangkuhan mu yang menyebabkan tidak adanya damai sejahtera bahkan menjadi batu sandungan, dan itu tidak terasa...

Maka itu betapa penting nya kamu saling menasehati.

Selama kamu masih disebut manusia, itu boleh saling menasihati. Bukan saja orang tua menasehati orang muda, atau sebaliknya tapi semua orang, seorang akan yang lain.  

Apakah org yg diberi karunia lebih tinggi dari yang tidak? Kan sama saja? Tidak ada yang lebih tinggi seorang akan yang lain di hadapan Allah.

Apakah org yg dipilih Allah dijamin masuk sorga? 

Tidak ..! Bagaimana Saul, Salomo? Kalau hidupnya tidak berkenan,  juga tidak layak di hadapan Allah.

Harus memiliki kerendahan hati supaya bisa menerima nasihat orang lain. Jangan sampai tegar, bebal karena dosa..  orang yg Ku beri hikmat juga harus bertanya lagi kepada Allah, apakah petunjuk² itu bila disampaikan bisa diterima atau tidak.. 

Tidak semua orang bisa menerima Karya Roh Kudus.

Dan ini yang harus kamu pahami:


Yakobus 3:17 (TB)  

¹⁷ Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.


Murni, karena berasal dari Allah dan pasti digenapi.  Membawa damai.. harus menghasilkan buah² yang baik. 

Bahwa di dalam kamu beribadah ini, iblis ikut mendengarkan dan akan mendakwa kamu.. kelemahanmu dipahami oleh iblis. Iblis akan menggoda dalam hal duniawi. Waspada dan hati²..


Ayub 9:15 (TB) 

¹⁵ Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. 


Kadang, orang mau mengaku salah itu kan sulit. 


Ayub 9:20 (TB) 

²⁰ Sekalipun aku benar, mulutku sendiri akan menyatakan aku tidak benar; sekalipun aku tidak bersalah, Ia akan menyatakan aku bersalah. 


Harusnya spt itu..! Itu akan membuat mu tidak merasa benar sendiri. 

Firman Allah kalau didengar dengan daging, akan menyakitkan. Apa hatimu secara daging tidak akan berontak? Hati².. karena iblis terus bekerja mencari orang yang bisa ditelannya.


Kamu harus bijak, dan pandai bila akan menasehati dan memakai dasar firman. 


Kolose 3:12 (TB)  

¹² Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.


Kamu kan org² pilihan? Karena kamu percaya dengan Karya Roh Kudus yang sampai sekarang masih berkarya. Apa semua orang Kristen percaya dengan Karya Roh?

Kamu juga dikuduskan dan dikasihi Allah, maka kamu harus tumbuh dalam diri nya utk mengasihi sdrnya.

Kasih itu menghakimi? Kan harus mau mengampuni..

Di dalam dirimu sudah harus ada kasih dan benih hidup kudus sudah harus ada, karena Allah sudah memberikannya kepadamu..


Kolose 3:13 (TB)  

¹³ Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 


Ini.. Yesus mengampuni kamu apa masih menghitung kesalahan mu. Masih dendam kepada kamu?  Tapi kamu kan tidak seperti itu. Ngomong mengampuni tapi hatimu masih njangget.. bgmn..?


Ingat ya..

1 Petrus 4:7-8 (TB)  

⁷ Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

⁸ Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 


Yohanes 12:48 (TB)  

⁴⁸ Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.


Jelas ya? 

Itulah pengajaran-Ku siang hari ini,  lakukan petunjuk-Ku, jangan merasa benar sendiri, rendah hati dan mau mengampuni..

Damai sejahtera dari Allah Bapa Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus menyertai kamu semua..


Amin..

Minggu, 10 Agustus 2025

Dipanggil Menjadi Kaya dalam Kasih . “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

 

 

Minggu, 20 Juli 2025

 

I.   I PUTU ISKHAK

Pujian 1          :

Doa Pembuka:

 

II. DWIRETNANING SIWI

Pujian 2          :

Doa Firman   :

 

 

Renungan : PAPA TR

Markus 12:31   "Hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.".

            JUDUL      :       dipanggil Menjadi Kaya dalam Kasih  

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Bapak Ibu Saudara- dan Anak-anak cucu.

Kita terlahir dan hidup secara jasmaniah sebagai awalan kita memahami kehidupan ini.

Bayi menangis karena lapar, sakit, tiada ada teman di sampingnya yang memberikan

kehangatan- perhatian. Jika tertidur si bayi ini sudah tercukupkan- terpenuhi segala

sesuatunya.

 

Bayi terus menuntut agar dipenuhi segala kebutuhannya yang awalnya kebutuhan

jasmani sebagai pribadi bayi kemudian kebutuhan rohaninya seiring tumbuh kembang

dirinya sebagai pribadi anak batita, balita dan seterusnya. Ia minta dipuaskan kpada

awalnya arena lapar dan haus. Ia minta dipuaskan karena belum dan tidak dapat

menganbil dan menyediakan makanan dan minumannya sendiri. Ia sekarang minta

makan tidur sambil digedong untuk dapat tidur dan makan. Ia minta dan minta sesuatu

dan segala sesuatu yang bukan barang- benda tetapi kepuasan=kepuasan rohaniahnya

akan segala keinginan selain untuk makan dan tidur.

 

Si anak dari bayi ini yang awalnya bertumbuh …. seberapa menumpuk baju dan mainan

dan sebagainya yang ia miliki yang disediakan orang tuanya. Itulah kekayaan

kepunyaannya yang diberikan orang lain untuk dirinya. Seiring pertumbuhan jasmani-

badaniahnya, itu semua … Sekarang masih dapat kita hitung seberapa banyak

pengalaman rohani yang ia alami selama dalam pertumbuhan rohaninya karena ketika

pada usia belasan- puluhan tahun…  Apalagi ketika yang berangkutan Anak- Cucu kita

sudah dapat mencari, menumpuk kekayaannya sendiri dari hasil jerih payahnya sendiri

dengan segala pengetahuan- kepandaian yang dimilikinya. Semuanya akan diukurkan

kepada keadaan jasmani-badaniahnya dan rohani- spiritual/ lepercayaannya sendiri.

Bahkan akan pengenalannya kepada TUHAN YESUS- Seberapa dalam dan sungguh

sungguh diwujud nyatakan di dalam kehidupannya seperti halnya hubungan antara orang

tua anak yang secara intensif- secara terus menerus kita lakukan sejak dari bayi- anak-

dewasa. Bahkan kita rawat bersama anak- cucu dari keluarga mbah Sadermo Setioati

terutama dalam kebutuhan perkembangan rohaninya dan pengenalan akan SANG

PEMBERI KEKAYAAN IMAN, SANG PEMBERI KASIH yaitu TUHAN YESUS.

 

 

Ternyata hidup di dunia ini perlu memiliki dan mematangkan pemahaman iman tentang

hidup kaya  di dalam TUHAN YESUS sejak kita dilahirkan dalam perawatan, dalam

pengasuhan- didikan dan kasih sayang.

 

Dalam kasih.

Hidup kaya dalam TUHAN YESUS berarti mengutamakan kasih dalam segala

aspek kehidupan, seperti mengasihi sesama, memberi tanpa pamrih, dan peduli

terhadap orang lain. Ini adalah bentuk kekayaan rohani yang abadi dan yang akan

mendatangkan kebahagiaan sejati. 

 

Bapak Ibu Saudara- Anak-anak cucu.

Renungan kita saat ini mengajak kita untuk memberikan makna- arti

hidup kaya dalam TUHAN YESUS, yang artinya bukan hanya tentang memiliki harta

Benda (seperti kekayaan baju, mainan dsb bagi seorang anak- bayi), tetapi juga

Tentang  memiliki hati yang penuh kasih, iman yang penuh dan yang kuat, dan hidup

sepenuhnya yang berkenan kepada TUHAN YESUS.

 

Seperti anak- bayi kepada orang tuanya sudah dihantarkan menuju kekedewasaannya

secara jasmani rohani dengan penuh kasih sayang. Dimana orang tuanya telah

menerima dan merasakan kasih sayang dari orang tuanya yang sejatinya telah

dipahami dari BAPAnya- Di dalam pribadi TUHAN YESUS- yang siap menggendongnya

pada masa tuanya.

 

Itulah pengenalan yang telah diajarkan dipelajari disepanjang hidup orang tua yang

beriman dan penuh kasih sayang kepada keluarga, saudara-saudaranya. Dan, terlebih utama kepada ALLAHnya. Orang tua yang mengashi dirinya sendiri berusaha mengasihi orang lain, sesamanya- di luar keluarga besarnya - di luar  dengan kasih  yang diajarkan TUHAN YESUS : “mengasihi sesama seperti mengasihi dirinya sendiri”. Ia sebagai orang tua akan berusaha selalu menghidupi dirinya dan juga berusaha menghidupkan ajaran yang dimaksudkan oleh TUHAN YESUS  ini kepada anak cucunya. Inilah harta kekayaan yang diajarkan TUHAN YESUS.

 

Menghidupkan iman percaya, belas kasih yang penuh timbal balik dari ALLAH sedapat

mungkin diberlakukan dalam praktek kehidupan  anak cucu kita pula.

Kebutuhan jasmani dan rohani kita pasti dicukupkan oleh TUHAN YESUS

Kita dipanggil untuk mengikuti teladan TUHAN YESUS yang telah

memberikan contoh kasih yang

sempurna dengan rela berkorban demi keselamatan manusia,

Hidup dalam Kasih Karunia:

memungkinkan kita untuk bertumbuh dalam iman, mengalami kelimpahan,

dan mendapatkan kelegaan

dalam setiap perjuangan.

Kaya dalam kasih juga berarti aktif dalam pelayanan, berbagi berkat

dan kasih kepada sesama,

serta menjadi saluran berkat bagi orang lain.Berkembang dalam

Pelayanan

 

Kekayaan rohani yang berlimpah dalam kasih karunia Tuhan. Kekayaan

Sejati

Inti dari ajaran Yesus Kristus dan menjadi landasan utama dalam hidup

yang berkenan kepada

Nya. Kasih sebagai Inti.

Hidup kaya dalam Tuhan berarti mampu mengasihi tanpa mengharapkan

balasan, memberikan yang

terbaik bagi sesama, dan peduli terhadap kebutuhan orang lain.

Mengasihi Tanpa Pamrih

Mengumpulkan Harta di Surga: 

Dengan mengasihi dan memberi, kita sedang mengumpulkan harta di surga

Menjadi Kaya dalam Iman:di dalam Tuhan juga berarti memiliki iman

yang kuat dan teguh, yang

menjadi dasar untuk menerima berkat dan anugerah-Nya.

 

Bapak Ibu Saudara- Anak-anak cucu.

 

 

 

 

 

 

 

 

TUHAN  YESUS memberkati. AMIN.