Sabtu, 15 Maret 2025

Kepercayaan dan Penyertaan BISA APA TANPA UANG BISA APA TANPA PERCAYA Kisah Para Rasul 7 : 5 - 6

 

Minggu, 7 April  2024

Pujian 1          :         Ku Cinta Kluarga Tuhan (mengasihi, melayani)  

Doa Pembuka:

 

Pujian 2         :          Penuhkanlah Bejanaku    

Doa Firman   :      

 

Kepercayaan dan Penyertaan

BISA APA TANPA UANG

BISA APA TANPA PERCAYA

Bapak, Ibu, Saudara …
Ada Kepercayaan yang berasal dari pemberian  TUHAN  ALLAH maupun kepercayaan ditimbulkan dari orang lain/ sesama kita. Selama kepercayaan yang kita miliki tersebut bisa kita pertahankan.  Kita tetap menjadi orang percaya dan  dapat dipercaya, TUHAN  ALLAH pasti akan membuka jalan dan berkat-Nya. 

Tentang Penyertaan; Bayarlah harga untuk hidup sungguh-sungguh dan takut akan TUHAN  ALLAH. Berusahalah hidup benar karena TUHAN ALLAH akan sangat berbeda hidup yang dialami saat menjalani kefasikan dan ketika menjalani kebenaranUpahnya berbeda.

 

Kisah Para Rasul  7 : 5 - 6

7:5 dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka   kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu   kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak. 

7:6 Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun   lamanya. 

 

Kisah Para Rasul 3 : 3 - 8

3."Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 

4.Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami.

5."Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.

6.Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!.

7.Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

8.Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah."

Standar dan tolok ukuran versi duniawi adalah uang, harta benda, kekayaan, pngkat drajat, …dsb. Standar tolok ukur ini akhirnya  berpengaruh terhadap rasa hormat, perilaku orang kepada sesamanya. Bahkan pada puncaknya juga berpengaruh secara timbal balik antar manusia dan antar manusia dengan TUHAN ALLAHnya.

 

Bapak, Ibu, Saudara …

Pondasi dan standar hidup kebenaran sesungguhnya adalah segala sesuatunya itu berasal dan  berdasar apa yang.berasal dari TUHAN ALLAH.

Mari kita pahami TUHAN ALLAH  ada sebelum ada uang. Maka; Berkat pun datangnya dari TUHAN ALLAH. Jangan kita berputus asa jika kita mengalami berbagai perkara di dalam kehidupan ini, misal kebangkrutan-kehilangan harta atau saat kita kehilangan ukuran/ standar/ prinsip  dunia.

Ingat kembali bahwasannya kita memiliki prinsip ILAHI sebagai Pondasi dan standar hidup kebenaran sesungguhnya bahwa ada hal-hal tertentu tidak tergantikan oleh uang dan keadaan dunia dengan segala isinya

Ada 2 kisah pembanding  PL dan PB di mana keduanya terjabarkan dalam Kitab Para Rasul 3 dan Kitab Para Rasul 7.

Pada kisah di jalan/ pelataran Bait Allah Petrus dan Yohanes bertemu peminta sedekah yang lumpuh tidak dapat berjalan sejak lahir.

Si lumpuh merasa miskin menjadi peminta sedekah menatap tajam dan berharap penuh kepada Petrus dan Yohanes. Rasul Petrul berkata: “Lihatlah kepada kami.” 

Si Pengemis memandangi tangan Petrus dan Yohanes, tetapi Petrus meminta agar dia-  Si Pengemis itu memandangi  wajah mereka

Selanjutnya setelah memperhatikan beberapa saat sorot mata, raut muka dan bibir mulut para rasul dari TUHAN YESUS itu.  Rasul Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”. 

Lalu rasul Petrus memegang tangan kanan orang itu -membantunya berdiri. Seketika berdiri kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Melonjak berdiri kemudian  berjalan-jalan  ke sana ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

 

 

 

 

 

Bapak, Ibu, Saudara …

Kuasa TUHAN YESUS  melalui  rasul Petrus dan Yohanes bukan saja menyembuhkan tubuh fisik saja tetapi juga memperbaiki mentalitas hidup dan melurus teguhkan hati yang terbiasa dengan meminta-minta harta duniawi.

Mengapa Petrus tidak hanya menyembuhkan saja, tapi juga menekankan pesan, "Emas dan perak tidak ada padaku?” Sebab Petrus hendak mengedukasi pengemis itu yang sudah terbiasa dengan kehidupan meminta-minta. Bukan hanya menyembuhkan fisiknya saja, tapi Petrus juga memperbaiki mental dan meluruskan hati yang terbiasa dengan solusi dari harta duniawi. 

 

Bapak, Ibu, Saudara …

Kita ini keturnunan mbah Kung Uti Sadermo-Setioati seperti halnya keturunan Bapa Abraham. Kita mempunyai TUHAN YESUS dan janji-janji ALLAH. Selama kita berpegang teguh atas janji-janji dan perintahNYA; Diri kita pribadi dan keluarga kita jangan takut- kuatir TUHAN YESUS pasti pelihara.

Mari kita gunakan semua karakter mentalitas diri dan keluarga kita sebagai keluarga TUHAN YESUS dengan berkat-berkat talenta  yang pasti berbuah dan berbuah terus !. 

TUHAN YESUS memberkati. AMIN

Pesan dan Kesan dari TUHAN YESUS kepada kita AMSAL 27 : 6 - 8

 

Minggu, 17 Nopember 2024

 

Pujian 1 :             

Doa Pembuka:

Pujian 2 :             

Doa Firman.    

Pesan dan Kesan

dari TUHAN YESUS

kepada kita 

 

AMSAL 27 : 6 - 8 

Seorang kawan memukul dengan maksud baik,

tetapi seorang lawan mencium 

 secara berlimpah-limpah.

7

Orang yang kenyang menginjak-injak madu,

tetapi bagi orang yang lapar

segala yang pahit dirasakan manis.

8

Seperti burung yang lari dari sarangnya 

 demikianlah orang yang lari dari kediamannya.

Sebagai Pembuka :

 

Bapak, Ibu, Sdr …

 

Jangan keliru dalam merespon- menanggapi suatu pesan dan kesan yang kita terima dari pihak lain di luar diri kita; Dan, demikian juga sebaliknya untuk diri kita ketika dituntut- diminta membuat pernyataan berupa sebuah pesan dan kesan pribadi … setelah mengalami berbagai hal- peristiwa. Haruslah tidak gegabah, sambil lalu kita sampaikan … ataupun kita ambil- serap/ kita tangkap tanpa memberikan ataupun mendapatkan maksud dan tujuan dari maksud sebenarnya atas peristiwa yang sudah terjadi ataupun yang nanti akan terjadi dalam kehidupan kita ini.

 

6.Pesannya kawan itu sangat/ berlimpah baiknya dengan (banyak) memukul, pesannya Lawan sangat/ berlimpah baiknya dengan mencium (mencelaka)

7.Pesannya Orang yang kenyang/ gambaran kelebihan/ berlimpah/ banyak  manis menginjak/ tidak hargai( rasa ) manis, orang yang lapar gambaran kelebihan (sangat hargai rasa  manis=pahit)pahit (=manis).

8.burung yang lari ( pahit ) dari sarangnya, orang yang lari dari kediamannya ( pahit ).

 

 

 

Kesimpulan :

Sarang= rumah/ kediaman    ,lari=pahit,      rumah/ sarang =baik/ manis

                                        ((Tinggalkan manis/ rmh/srng = pahit))

 

Berlimpah/ banyak ……     ,kawan=lawan=baik, pukul/cium=baik                                                                                                       ((pahit=manis))

 

Berlimpah/banyak/ kelebihan,kenyang=lapar,   manis/pahit=dihargai/tdk dihargai

 

Firman Tuhan yang dituliskan raja Salomo ( AMSAL 27 : 6 - 8 ) sebagai salah satu contoh RENUNGAN INSPIRASI atau FT yang menginspirasi bagi kita.

salah satu contoh dari beberapa banyak NSPIRASI Firman Tuhan bagi kita seperti seberapa banyak pengalaman hidup oleh orang lain di lingkungan sosial kita telah memberikan pesan dan kesan kepada diri kita dalam berbagai wujud cerita yang berbeda-beda bila bila kita masing-asing ceritakan. Sedemikian itu pula pengalaman hidup kita masing-masing ada yang berbeda dan ada pula yang kita alami itu memiliki kemiripannya bahkan sama. Dari hal sekolah- pendidikan, pekerjaan- masa purna tugas/ pensiun, masalah anak, cucu dsb.  

Masalah kesehatan, kematian dsb..dsb.

Kali ini ada untuk kita angkat satu Kisah yang diceritakan oleh seseorang  berdasarkan pengalamannya :                                                                                                                                        Suatu hari saat sedang berkendara, saya merasa terganggu oleh kelakuan pengendara mobil di belakang mobil saya. Dari belakang, Ia kerap menyalakan lampu dim dan membunyikan klakson tanpa henti-hentinya.                                                                                                                                        Saya berusaha untuk tidak menggubrisnya, sampai suatu saat pengemudi ini berada tepat di sebelah saya. Ia masih tetap membunyikan klakson dan melihat ke arah saya sambil berteriak-teriak.                                                                                                                                                        Karena terpancing akhirnya saya membuka kaca mobil, maka saat itulah …. saya baru sadar bahwa pengemudi tersebut bukan ingin mencari keributan. Tetapi, Ia sedang berusaha memperingatkan saya bahwa pintu mobil saya bagian belakang tidak tertutup rapat dan itu sangat membahayakan.

Bapak, Ibu, Sdr …

Seringkali kita juga diperhadapkan dengan orang-orang seperti pengemudi tersebut, orang dengan niat baik, ingin memberikan pesan dan yang ingin menyampaikan sesuatu hal penting, namun kesan yang ditimbulkan tidak menyenangkan (( dengan membuntuti- menempel kita, dengan berbagai tindakan lainnya seperti memainkan lampu/ dim, klakson dan teriakan-teriakan …))

 

 

                                                                                                                                                   Jika kita hanya  meladeni dan menanggapi orang-orang yang bersikap santun/ sopan  saja, pasti saat itu kita akan melewatkan sebuah pesan penting yang mungkin saja bisa dapat membuat diri kita celaka. ((Seperti kisah pintu bagian belakang mobil tidak tertutup rapat; Ini ))

Sekarang … Kisah pesan inspiratif dari Firman Tuhan. Bila kita baca- kita dengar kisahnya…
(( Atas perintah Tuhan )) Raja Daud secara pribadi  pernah mendapatkan peringatan yang keras dari nabi Natan .  Ketika seusai Daud  melakukan kekejian dengan membiarkan Uria ((Panglima perangnya )) tewas dalam peperangan dan Ia mengambil istri Uria untuk dirinya sendiri.           Nabi Natan menyampaikan pesan-pesan yang keras namun Raja Daud tidak tersinggung ataupun marah. Ia tidak berfokus pada kesan (( Cara ungkapan dan ucapan- Sikap penyampaian Nabi Natan )),Raja Daud ber- fokus kepada pesan, sehingga akhirnya ia- Raja Daud menyadari dan mengakui bahwa ia telah berdosa kepada Tuhan.

Bapak, Ibu, Sdr …

Besar kemungkinan kita bisa menyamai Raja Daud dan tokoh yang edag berkendara mobil tadi. Atau Besar kemungkinannya pula kita gagal- tidak sama dalam menangkap pesan-pesan penting yang dibungkus dengan kesan-kesan dari apa yang kita baca, kita dengar dan dari apa yang kita lihat, kita rasakan dan dari apa yang kita pikirkan ketika ada pesan sedang ditujukan kepada kita.

Sering kali- dan ada kalanya ketika kepada diri kita ada pesan dan kesan…. Kita gagal dalam memaknai  apa pesannya dan gagal pula kita dalam mengolah kesan yang kita terima.

Tuhan Yesus bisa memakai siapa saja untuk menegur kita. Dari diri kita …dibutuhkan sikap : Kerendahan hati dan Kepekaan untuk bisa menangkap pesan Tuhan Yesus lewat perkataan, sikap perilaku orang lain.

 

 

 

Tuhan Yesus bisa memakai Firman Tuhan dari Alkitab yang disampaikan siapa saja untuk menegur kita.Bahkan FT yang kita baca sendiri artinya dari diri kita untuk diri kita …itu juga dibutuhkan sikap : Kerendahan hati dan Kepekaan diri agar bisa menangkap maksud pesan Tuhan Yesus lewat ungkapan perkataan- kosa kata, sikap perilaku dan peristiwa yang ada terjadi di dalam Alkitab tsb.

Tuhan Yesus bisa memakai diri kita sendiri- tubuh- jasmani dan rohani kita yang kita alami kemarin, saai ini dan di waktu yang akan datang karena kita juga memiliki cita-cita/ keinginan dan rencana-rencana hidup kehidupan yang pikir-angankan.

Apakah pengalaman hidup kita tersebut kita disampaikan kepada orang lain atau kita simpan untuk diri sendiri.Siapa saja yang menerima cerita/ kesaksian kita  ataupun kepada diri kita sendiri Tuhan Yesus tentunya juga punya maksud untuk menegur kita : Artinya Tuhan Yesus juga sedang memberi pesan dan kesan kepada diri kita sendiri atau kepada orang lain.

Bapak, Ibu, Sdr …

1. Kita akan melewatkan banyak hal baik. Apabila kita abai- tidak dapat menerima dan                       memperhatikan bahwasannya tidak semua orang itu memiliki gaya bicara yang sama untuk kita sukai.                                                                                                                                                                  2. Jika kita terlalu fokus pada kesan daripada pesan yang ada,  Kita juga akan melewatkan banyak hal yang baik.                                                                                                                                3.Kita juga akan melewatkan banyak hal. Apabila kita tidak menyadari dan mengingat bahwasannya Tuhan Yesus juga memakai siapa pun (( orang sekitar kita baik itu orang asing, anak kecil, atas kita, bawahan kita )) bahkan melalui diri kita sendiripun TUHAN YESUS bekenan memberi pesan untuk mengingatkan kita masing-masing dan tergantung penerimaan / tanggapan atas kesan dari kita.

Ayo, kita berusaha miliki kerendahan hati, hikmat dan kepekaan dalam mendengarkan perkataan orang lain, dan membaca apa yang tertulis dan dilihat, dirasakan.

Bisa jadi  Tuhan Yesus sedang berbicara kepada kita dengan memakai pengalaman hidup dengan kebanyakan orang ataupun diri kita sendiri.Kiranya TUHAN YESUS memberkati.Amin.