Kamis, 25 Juni 2015

Jadilah Bagian dari Solusi

Jadilah Bagian dari Solusi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kita sering mendengar ucapan, “Kekuatan rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah.” Membawa metafor ini ke dalam tim, orang menyimpulkan, “Kekuatan tim kita ditentukan oleh anggota tim yang paling lemah!” Maafkan kekasaran saya, tapi itu benar-benar omong kosong; dan sebaiknya buang saja itu sampah!

Mengenai sambungan mata rantai, mudah dipahami gambaran dan logikanya. Kalau ada sekian banyak mata rantai yang masing-masing kuat menanggung beban satu ton disambung-sambung, tapi di antara sambungan itu ada mata rantai yang hanya kuat menanggung beban setengah ton, rangkaian mata rantai itu secara keseluruhan hanya akan kuat mengangkat beban setengah ton. Dengan beban satu ton, rantai itu akan putus, persis pada sambungan mata rantai yang memang hanya kuat mengangkat beban setengah ton.

Itu masuk akal. Juga mudah dipahami, karena pertemuan semua mata rantai yang sambung menyambung tersebut hanya merupakan pertemuan fisik yang sama sekali tidak memunculkan sinergi. Bahkan cara menyambungnya hingga membentuk rantai itu adalah sedemikian sehingga masing-masing mata rantai hanya menambah panjang, tapi juga sekaligus membebani dan tidak menambah kekuatan yang lain.

Sebaliknya, bila terjadi sinergi, pertemuan fisik di antara mata rantai itu akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa. Coba
... baca selengkapnya di Jadilah Bagian dari Solusi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 17 Juni 2015

Perang dengan Kemiskinan Mental

Perang dengan Kemiskinan Mental Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Beberapa bulan terakhir ini, kita semua tak lepas dari wacana kebangkitan bangsa Indonesia. Para politisi, pengusaha, cendekiawan, agamawan, akademisi, mahasiswa, dan hampir semua kalangan, dengan bersemangat membicarakan bagaimana membangkitkan kembali bangsa yang besar ini. Siapa yang harus memulai bekerja keras membangkitkan Indonesia kembali? Para pemimpin? Atau “mereka” di luar sana? Atau justru harus dimulai dari diri kita sendiri? Pada 2400 tahun yang lalu, berlaku prinsip kill or to be killed, membunuh atau dibunuh. Supaya survive maka harus berperang membunuh musuh. Filosofi survival zaman kehidupan Sun Tzu ini, sesungguhnya masih ada relevansinya! Tentu saja, relevansinya bukan pada membunuh orang lain. Dalam konteks bangsa ini, peperangan sesungguhnya tidak terjadi “di luar sana”, melainkan perang terjadi “di dalam diri kita”. Artinya, kita harus berperang melawan kemiskinan mental yang sekian lama telah membelenggu diri kita.

Apa itu kemiskinan mental? Kemiskinan mental adalah sebuah kondisi mental kejiwaan atau orient
... baca selengkapnya di Perang dengan Kemiskinan Mental Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 04 Juni 2015

Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan

Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE

SEJAK Ken Permata ketitisan roh Nyi Harum Sarti, Datuk Rao Basaluang Ameh melihat banyak perubahan terjadi atas diri bayi yang berusia hampir dua tahun itu. Dari hari ke sehari tubuh anak perempuan Nyi Retno Mantili dari suaminya yang mendiang Patih Kerajaan bernama Wira Bumi itu mengalami pertumbuhan pesat. Tubuh bertambah besar dan bertambah tinggi. Dalam waktu beberapa bulan saja keadaan Ken Permata tidak beda dengan seorang anak yang telah berusia lima tahun. Bicaranya lancar. Ucapan-ucapan cerdik seperti seorang dewasa. Apa yang terjadi dengan anak itu tidak lepas dari perhatian Mande Saleha, perempuan yang menjaga Ken Permata sejak masih orok.

Suatu hari ketika anak perempuan itu bermain-main di luar ditemani harimau putih sakti Datuk Rao Bamato Hijau, Mande Saleha menemui Datuk Rao Basaluang Ameh di dalam goa batu pualam. (Mande = ibu) Sebenarnya dia ingin membawa serta Baiduri, Ibu Susu Ken Permata. Tapi perempuan separuh baya ini akhirnya memutuskan untuk datang seorang diri saja. Ketika dia masuk ke dalam goa batu pualam, sang Datuk tengah membaca khidmat sebuah kitab bertuliskan huruf Arab yang beberapa hari lal
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 31 Mei 2015

CARNEGIE-BUFFETT

CARNEGIE-BUFFETT Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Warren Buffett. Siapa yang tak kenal nama ini. Sedikitnya, tiap orangyang membaca berita-berita ekonomi, atau pemain di bursa saham seluruh dunia, mengenal nama ini dengan baik. Bukan hanya mengenal, tetapi juga mencoba meniru sepak terjangnya, belajar darinya, atau bahkan ingin menjadi seperti Buffett.

Selama bertahun-tahun nama Buffett tercantum sebagai salah satu dari orang terkaya di dunia, bergantian dengan Bill Gates. Dalam biografi berjudul The Snowball yang ditulis Alice Schroeder tahun 2008 (diterjemahkan oleh penerbit Elexmedia, 2010, setebal lebih dari 1352 halaman), disebutkan jumlah kekayaan pribadinya pernah melebihi 60 miliar dolar Amerika, sekitar Rp 540 triliun. (Jika harta Buffett dibagikan kepada 30 juta penduduk miskin di Indonesia, maka masing-masing orang akan kebagian 2.000 dolar Amerika, kurang lebih Rp 18 juta).

Nama besar Buffett inilah yang membuat saya langsung duduk menonton tayangan mini biografinya di sebuah saluran tivi berbayar belum lama ini. Sayang saya hanya sempat melihat tayangan 15 menitan terakhir. Namun, ada satu hal yang menggelitik pikiran saya ketika Buffett bicara
... baca selengkapnya di CARNEGIE-BUFFETT Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 08 Mei 2015

Wiro Sableng #75 : Harimau Singgalang

Wiro Sableng #75 : Harimau Singgalang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : DENDAM DI PUNCAK SINGGALANG

SATU

Hari itu hari ketiga di bulan kedelapan merupakan hari besar bagi penduduk Pagaralam dan sekitarnya. Suara talempong, rabab dan saluang terdengar tiada putusputusnya.
Sejak pagi halaman rumah gadang tempat kediaman Datuk Gampo Alam telah dipenuhi oleh para tetamu yang berdatangan dari berbagai penjuru.
Di barisan kursi sebelah depan, dinaungi oleh payung-payung besar berwarna warni duduklah sang Datuk didampingi keempat istrinya di sebelah kiri sedang di sebelah kanan duduk seorang pemuda tampan kemenakan Datuk Gampo Alam, bernama Andana.

Begitu banyaknya tamu yang datang hingga di antara mereka ada yang tidak kebagian tempat duduk. Namun semuanya dengan senang hati tegak di sekeliling halaman menunggu dimulainya acara perhelatan besar itu.

Perhelatan besar ini diadakan sebgaai ungkapan rasa syukur atas kembalinya sang kemenakan setelah beberapa tahu menghilang di negeri orang. Pada kesempatan yang sama perhelatan ini juga sebagai ungkapan rasa duka cita dalam mengenang berpulangnya Datuk Bandaro Sati, ayah dari Anda
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #75 : Harimau Singgalang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 02 Mei 2015

RUKUNA KARO LELAWANMU

Materi rancangan ibadah Brayat : 
Kamis, 30 April 2015



RUKUNA KARO LELAWANMU 



MATIUS 5 : 21 – 26


25. Endang rukuna karo lawananmu 
        nalika lagi lumaku bebarengan menyang pengadilan, 
        supaya kowe aja nganti diladekake dening lawananmu mau marang jaksa, 
        jaksa banjur masrahake kowe marang pembantune, 
        temahan kowe dilebokake ing pakunjaran




Patunggilan ... punapa wonten cariosing bab gesanging manungsa menika 100 % leres miturut tumindaking dhiri pribadinipun ing satengahing gesang pasrawungan kaliyan liyan (-tyang sanes) ?. Kedahipun miturut ukuran menapa kita para kagunganing GUSTI YESUS ngayahi pasrawungan kaliyan sadherek sanes ?

Wonten gegambaran bab gesang pigesang ingkang kedah dipun tindakaken dening saben tiyang ing satengahing tatanan masyarakat. Wonten 3 conto gegambaran ingkang sampun kita waos ing kitab kalawau.
Sepisan; Bab memateni sadulure ingkang yen karuntut malih tumindak mejahi sadherekipun menika kawiwitan saking nuduh murtad, kapir, nepsu ngantos nglajengaken urusan dumateng pengadilan.

Ingkang kaping kalih; Gesang sesambetan kaliyan GUSTI ALLAH menika, kedah nindakaken karukunan kaliyan sadulure. Aja nuduh dulure ngona ngono. Sebab saben tiyang nggadahi tugas lan tanggel jawab atas dhirinipun. Ugi saben pribadhining tiyang pitados kedah ngupadi tumindak ingkang leres wonten ing ngarsaning GUSTI YESUS. Sebab GUSTI YESUS menika dados HAKIM ingkang ngadili sadaya tiyang, mila ing gegambaran kalawau, kita sami kautus supados mboten gampil ndhawahaken panuduh bab sesambetanipun sadherek kita kaliyan GUSTI YESUS.
Sumangga kita ngengeti malih, bilih hubungan- sesambetan kita kaliyan GUSTI YESUS menika sejatosipun dados tanggel jawabing dhiri pribadining saben tiyang pitados. Lan bab ukuman pati menika anamung kagem tetiyang ingkang gesangipun tebih saking GUSTI YESUS (= perumpamaan pokok anggur). Kita mboten perlu gampil nuduh murtad. GUSTI YESUS kebak katresnan mila kita ugi kedah nindakaken katresnan, mila kita ugi kaatag supados mboten sami gampang nepsu dumateng sadherek kita. Manungsa tanpa katresnaning GUSTI YESUS kawastanan sampun pejah, mila kita ugi kaatag, supados kita mboten memateni sesami kita ngangge tangan kita ,langkung-langkung bilih gampil nywantenaken isining manah dumateng liyan. (=kaengetaken bab akar dosa memateni menika tuwuhipun saking manah batosing manungsa : Pitenah, ngucapaken tetembungan ingkang ndadosaken sakiting liyan lan sapiturutipun).
Mila kita aja memateni sadulur kita, karana GUSTI YESUS pribadhi ingkang kagungan panguwasa mundut nyawaning saben manungsa. Sumangga kita nggadahi mental gesang purun tumindak ngrumiyini apura ingapura ingkang dados wujuding karukunan kaliyan sadherek kita. Gesang ingkang mekaten menika sejatosipun sanget adi nglangkungi wujuding pamisusung mezbah dumateng GUSTI YESUS. Wonten ing ngarsaning GUSTI YESUS pamisungsung kita mboten dados  keparenging ing penggalihing ALLAH bilih kita dereng saged nindakaken katresnan dumateng sadherek kita.  Tumindaking pangorbanan sesaosan syukur ingkang sejatos miturut GUSTI YESUS inggih punika praktek nglampahi katresnan marang sadherek kita. (=pangurbanan jiwa raga/ pangurbanan gandha arum)

Ingkang kaping tiga; Supados kita mboten gampil ngakimi lan ngendelaken proses pengadilan, sebab bilih nindakaken pengadilan ing ngriku mesthi mboten wonten tumindak gesang karukunan. Sebab wonten ing proses pengadilan ing ngriku wonten tuntutan- wonten jeksanipun lan ing ngriku ugi wonten hakim- juru/ ‘tukang’ vonis/ ndawahaken keputusan. Sebab ing proses pengadilan menika sadaya badhe kapriksa lan sadaya ngupadi kaleresaning dhirinipun.

Patunggilan .... GUSTI YESUS paring dhawuh pangandika : Supados kita para pandherekipun mboten  ngendelaken proses pangadilan sebab sejatosipun sedaya manungsa menika mesthi badhe ngalami tuntutan- pengadilaning GUSTI YESUS miturut pandameling kita piyambak-piyambak ing salamining gesanging manungsa.  Sebab GUSTI YESUS menika sanget tresna dumateng manungsa, lumangkung malih dumateng kita para putraning ALLAH.  Bilih GUSTI YESUS sampun ngrumiyini tumindak tresna sumangga samangke kita ugi mulai ngowahi gesang ingkang kebak tresna-tinresnan lan karukunan marang sasepadhan kita. Sumangga kita nebihi  lan mekak lathi kita saking sadaya pangucap awon ingkang pungkasaninipun sami kemawon kaliyan mejahi sasedherek kita. Sumangga kita nindakaken gesang pigesangan ingkang kebak apura ingapura.

Patunggilan .... Bilih kita mboten nindakaken gesang ingkang leres miturut dhawuhing GUSTI YESUS mangkenipun kita badhe kaduwung karana GUSTI YESUS pribadhi ingkang badhe nuntut dumateng kita. Karana kita kasebatan putraning ALLAH koq  tumindak miturut panggawene dhewe.

Patunggilan ... ing pungkasaning cariyos bab piwucaling GUSTI YESUS menika jelas, sinten sejatosipun ingkang kagungan pranatan lan tatananing gesanging manungsa ing salaminipun gesang ing ndonya menika (Nggih punika GUSTI YESUS pribadhi). Punapa mawon ingkang kita tindakake ing sadangunipun gesang migesangan ing jagad menika inggih mesthi badhe kaseratan ing kitabing pengadilaning GUSTI YESUS, lan punapa ingkang kita luwari saking tumindak kita ing jagad samangke, menika ugi badhe bakal kaluwaran ing pangadilaning GUSTI YESUS. Tenterm rahajeng kanggening kita ingkang kagungan pangertosan bab pangadilaning GUSTI YESUS. GUSTI YESUS mberkahi kita. AMIN






Minggu, 26 April 2015

TIMBALAN DUMATENG UMAT INGKANG KATEBUS LAN KAWILUJENGAKEN

Ibadah Minggu
Minggu, 26 April 2015
Gereja Induk

Tema Wulanan  :
Para kagumganipun GUSTI YESUS
dados tetengering kawilujengan
(Umat Tuhan Sebagai Tanda Keselamatan)

Tema Minggu    :


TIMBALAN
DUMATENG UMAT
INGKANG
KATEBUS LAN KAWILUJENGAKEN
(Panggilan bagi umat yang diselamatkan)



  Waosan 1         : Para Rasul 4: 8
     Waosan 2         : 1 Yohanes 3: 1-2
        Waosan 3         : Yohanes 10: 11-18




Sadherek patunggilan
ing pasamuwaning
SANG KRISTUS
ingkang kinasih

GUSTI YESUS
sampun nresnani kita sami

kaluhuran dalasan kamulyaning ALLAH
sampun sami kita tampi
miturut rancanganing GUSTI kita
YESUS PRIBADI

GUSTI YESUS
sampun nimbali kita
Punapa ta tumindak kita samangkya
ing sadangunipun kita
ndherek tut wingking-
sampun sanget estu
mitadosi GUSTI kita YESUS ?


Patunggilan
GUSTI YESUS
ingkang sampun ngrumiyini :
ndangu lan nimbali kita-
...
GUSTI YESUS
sampun ngrumiyini :
anggenipun nindakaken pakaryan-
panebusan dosa
kangge dhiri kita

Punapa kita ugi
sampun wantun sami nyeseksi-
dados seksi
peladosanipun lan pengorbananipun
GUSTI YESUS kalawau

Sepindah malih :
Punapa kita wantun lan purun
nyekseni :
Bilih GUSTI YESUS
nate ndangu lan nimbali
dhiri kita sacara pribadi


langkung-langkung
bab ingkang gegayutan kaliyan
peladosan lan pengorbanan-
pakaryan lan panebusan dosa-
seda sinalibing GUSTI YESUS
kanggening kita
 kalawau

Samangkya ugi
Patunggilan
Kita sami dipun rantos
punapa kita sampun lan purun ndherekaken
cawe-cawe dados pirantos-
alat-alat / praboting GUSTI YESUS
kagem nindakaken lan nglajengaken
peladosanipun GUSTI
ing jagad punika?

ing saben-saben wekdal
puruna ta kita-
kersaa ta kita
nindhakaken peladosan
ing samukawis lan sadaya peladosan
ingkang dados wujuding pakaryaning ALLAH
ing satengahing pasamuwan-

makaten ugi
ing pundi-pundi papan padunungan
ingkang kedahipun kedah sami kawujudan-
lan
sami kalampahan
ing sadaya wujuding peladosanipun
GUSTI YESUS
ing satengahing gesanging para pitados-
ing satengahing bumi
ing pundi para pitados-
para timbalanipun GUSTI YESUS
sami nindakaken pigesangan


ing pundi papan
ing pundi padunungan kita migesang-
(sepindhah malih :
kita sami kautus ?)



Patunggilan
ingkang dipun tresnani
GUSTI YESUS
Sinten ta manungsa
ingkang kumawantun
ngaturi ROHing ALLAH
rawuh lan ngrasuk
ing gesang pigesanganipun ?

Adakah orang yang berani
meminta ROH ALLAH
untuk hadir dan masuk
di dalam hidupnya ?

Sehingga karya ROH itu
sungguh-sungguh terjadi

sebab
Orang seperti apakah-
tetiyang ingkang kados pundi
orang seperti apa
yang berani mengatakan-
lan kumawantun  ngaturi pirsa-
lan panjawab
ugi kesaksian
bahwa ALLAH sudah hadir
di dalam hidupnya
dan
siapa orangnya yang berani berkata-kata
bahwa di dalam hidupnya-
di dalam ruang-
rongga mulutnya ALLAH hadir?

“Ini ROH ALLAH
yang bekata-kata melalui mulutku”

Siapa berani !?

Sinten
ingkang kumawantun
ngaturi pirsa bilih piyambakipun
saweg medharaken dedhawuhing ALLAH
ingkang miturut dhirinipun
sampun katampi ?

supados langkung jelas-
Supaya lebih jelas
tentang pertanyaan ini-

tentang masalah ini :

Benarkah ALLAH itu
mau berkarya memakai hidup kita-
manusia-

Benarkah ALLAH itu
mau berkarya memakai
umatnya
di dalam pribadinya masing-masing-
di dalam dirinya masing-masing !?-


Patunggilan
leres punapa mboten

...
Simon anak Yunus
sampun diagem dening ALLAH

diagem dening ALLAH
nggadahi pangertosan
Simon anak Yunus
kinantian panguwasa
ingkang awujud :
Maneka warni peparing-

“Simon Petrus diberi
Bermacam-macam karunia ROH KUDUS”

 Mila si Simon anak Yunus-
 ingkang samangkya kanisebatan
dados Rasul Petrus
(alias/ utawi Simon Petrus)
Saged mbabaraken mukjizat-mukjizating ALLAH:
(ing antawisipun : nyarasaken tiyang lumpuh.



Patunggilan
Sanalika taksih dados murid-
Sanalika para sakhabat taksih gesang
sesarengan guru-
Rabbinipun;
Taksih sesarengan gesang
kaliyan GUSTI YESUS :

Si Simon menika
nate saking tutuk-
lambenipun nate ngucap bab prakawis :
PANJENENGANipun GUSTI YESUS-
Rabbi utawi guru
Menika sejatosipun PUTRAning ALLAH
SANG MESSIAS



Makaten
para sadherek patunggilan
...
Ing wekdal wawanrembag-
Kadangu kaliyan GUSTI YESUS:
 Bab sapa AKU-
GUSTI YESUS sejatine miturutmu ?

sanget saged si Rasul ‘Simon’ Petrus’ menika
saking tutuking-
saking manah batosing manungsa limrah
ingkang kebak dosa,
Si ‘Simon’ Petrus paring panjawab
lan ngucap bab prekawis kaswargan



Patunggilan
GUSTI YESUS paring dhawuh
 ing wekdal semanten
bilih Simon
saged ngucap pangucap:
(GUSTI YESUS menika Mesias,
putraning ALLAH)
kados mekaten pangucapipun, menika
karana atas patuntuning lan karsaning
ALLAH SANG RAMA


Makaten
patunggilan
sejatosipun
ingkang sami kedadosan
bilih ALLAH
(ALLAH SANG RAMA-
SANG PUTRA-
SANG ROH SUCI)
tetiga tunggil
ingkang ESA

saged ngagem dhiri kita
utawi saged ngutus utusanipun-
sok sintena tiyang

dumateng sok sintena tiyang
ingkang dipun karsakaken

supadosa kita
lan sadherek kita
ingkang kautus lan kapiji
enggal-enggala makarya
miturut
ing panuntuning SANG ROH SUCI-
miturut
ing panuntuning ROHing ALLAH

Sadaya saged kalampahan
malah-malah
sanget-sanget ngedap-edapi kalampahanipun-

kalampahanipun pakaryan
ingkang kababar
sanes miturut pikajenging lan rancanganipun
manungsa

(bilih wotena mukjizat lan bab-bab
 ingkang mokal lan mboten gayuk
 ing pamikiring manungsa)


Patunggilan
Rasul Petrus nalika dipun tarap-
nalika dipun adili-
nalika dipun suwuni panjawab atas pitakenan
dening Makamah agami
...

Panjawabipun Rasul Petrus
atas pitakenan Makamah agami :

“mawi panguwasa menapa
piyambakipun saged nindakaken mujizat
nyarasaken tiyang lumpuh ?”
menika pitakenanipun
...
kados ingkang dipun serat
ing seratan kitab
Para Rasul 3: 6-7

“Emas lan salaka aku ora duwe,
nanging kang aku duwe,
kowe dak wenehi :

“Atas asmane GUSTI YESUS KRISTUS
saka ing Nasaret,
lumakua !”.


Panjenengane
banjur ngasta tangane tengen
wong mau,
nulungi anggone ngadeg.

Sanalika iku uga
sikile lan poloke wong mau
dadi kukuh,
Patunggilan
ingkang kinasih
dening GUSTI YESUS

Menawi kita lumampah-
tumindak piyambak
menapa ROHing ALLAH
ingkang nenuntun gesang kita
saged karaosaken ?

Menawi kita mboten mitadosi ALLAH-
mboten mitadosi ROHing ALLAH
ingkang nenuntun lan makarya
menapa saged kalampahan

Punapa saged kalampahan
pakaryaning ALLAH
lumantar dhiri kita manungsa
bilih kita mboten mitadosi?


Bilih ALLAH
ingkang sampun
estu-estu nresnani gesang kita

Bilih kita
para timbalanipun ugi sanget
sampun estu-setu anggenipun nresnani ALLAH
menapa kita
mboten badhe ndherekaken ROHing ALLAH
ingkang saben-saben nenuntun gesang kita
lan
lan nenuntun gesanging sadaya tiyang pitados




Tetiyang
ingkang pitados-
tetiyang
ingkang ngugemi
dhawuh pangandikanipun ALLAH

(Inggih punika:
Tiyang pitados
ingkang mboten ‘menutup diri’-
mboten nginep korining komunikasi-
wawan rembag-
mboten ‘tutup mata’- mripat
mboten ‘tutup telinga’- talingan
mboten ‘tutup mulut’- tutuk
mboten ‘tutup pemikiran’- pamikir
mboten ‘tutup hati’- batos
lan sanes-sanesipun malih)

Tiyang menika
 mesti sampun dados tiyang
ingkang saged mireng
lan
sampun saged wawan rembag sacara pribadi
kaliyan GUSTI YESUS-
kaliyan SANG ROH SUCI
ateges saged wawan rembag
 kaliyan ALLAH SANG RAMA
ing saben-saben wekdal
lan
ing sawarnining swanten-
dhawuh pangandikaning ALLAH
ngudi nenuntun lampah gesangipun

Kapireng ing teleng batosipun.


Tiyang menika
dados tiyang
ingkang saged mbendakaken
swantening ROHing ALLAH
punapa menika
swantening rohing pribadi-
utawi sawantening dhiri
saking alam ‘bawah sadar’
ingkang kala-kala medal
utawi
saking pangraosing dhiri

anggenipun rohing dhiri ngajak-
nenuntun lampah gesanging
dhiri kula lan panjengengan.
(Lha mesti kejlomprong uripe-
awake dhewe nata-
omong-omongan karo awak dhewe)

Malah-malah saged
Patunggilan
tetiyang menika
mireng rohing pepeteng-
roh sanes
ingkang menda-menda
dados ROH KAYEKTEN-
sanes ROHING ALLAH
nanging menda-menda-
mada rupa nyonto
pakaryaning ROH SUCI

karana roh menika ugi nggadahi
mujizat-
panguwasa
ingkang luar biasa :
Tyang sakit ugi saged saras,
tiyang kerasukan dedemit, setan, kuntilanak ,
lan siluman sanesipun
saged kausir

nanging wohipun pakaryaning roh menika
nebihaken kita
saking GUSTI YESUS-
JURU WILIJENG kita
malah-malah saged ‘balik menghujat’
 nglawan sadaya piwucaling GUSTI YESUS-
nglawan sadaya wujuding paseksi
lan
pangorbanan katresnaning GUSTI YESUS

Kenging menapa
wonten tetiyang
ingkang saged mireng dedhawuh-
pangandikaning ALLAH
ing teleng batosipun ?

Lha ugi kenging menapa
mboten saben-saben manungsa- sadaya tiyang
mboten sami saged mireng
dedhawuh pangandikanipun ALLAH ?

Kenging menapa wonten
 ingkang saged
lan
kenging menapa wonten
ingkang mboten saged !


Karunia-karunia-
 peparing-peparing menika
saged kalampaha-
kedadosan
anamung miturut karsa pakaryaning ALLAH-

srana karsaning ALLAH
mila sadaya saged kababar-
saged kalampahan

Bilih ALLAH ngosikaken batos
manahing saben tiyang
ingkang sami dipun pilih lan dipiji
...
sanajan tiyang menika
mboten mireng tetembungan
saha mboten ngrungu swanten
ingkang wicara

sejatosipun ALLAH PRIBADI
wicara lan paring paningal
ing  teleng batosipun

menika sejatosipun ingkang kedadosan
menika ingkang nedhahaken petunjuk
bilih pribadi tiyang menika
estunipun ugi taksih sanget-sanget
dipun tresnani dening ALLAH

Lha sanget-
saged tiyang menika nampi
lan
saged mangertosi
bilih swanten menika
ingkang kapireng
ing manah batosipun kalawau:
menika swantening ALLAH PRIBADI



Swantening ALLAH
ingkang kaprungu
ing talinganing batos
ing paningaling batos

Utawi
mboten arupi tembung-
 swanten-
gegambaran paningal
ingkang tuwuh ing batosipun

Asring-asring ugi saged awujudan-
wujuding
ing krenteging manah-
ing pamikiran enggal-
ing munculing ide ingkang ‘luar biasa’
bab-
masalahKRISTUS
GUSTI kita.

Saged ugi awujudan
lagu pujian baru
Karana panuntuning ROH SUCI
wonten lagu pujian baru

Sanget Elok
patunggilan
pakaryaning ALLAH
ingkang sami kekadosan
ing gesangipun para tiyang pitados

Pribadining tiyang-tiyang pitados menika
nggadahi pamikiran ingkang enggal

nggadahi pamikiran
ingkang mboten nate kapikir
ing sadangunipun gesang
lan
ugi badhe nggadahi pamikiran
ingkang enggal-
pamikiran ingkang mboten nocogi
malih
kaliyan pikajenging dhirinipun
lan
mboten trep malih miturut piwucal-piwucal
ing jagad

Tiyang pitados
 ingkang kaenggalaken gesangipun
saged memuji lagu pujian baru
utawi
sadaya ingkang kaalami sanes saking
piwucal lan sadaya pengetahuan
ingkang asalipun
saking manungsa lan saking jagad
punika

Bab-bab-
sadaya prekawis
ingkang sampun sami kula lan panjenengan tampi
ing salamining gesang
punika asring geseh-
mboten ceceg
kaliyan karsaning ALLAH

Miturut kita leres
ananging miturut ALLAH lepat






Patunggilan
Rasul Petrus
sampun berubah total-
Rasul Petrus sampun mboten sami
kaliyan si Simon dhek kalawingi
samangke kaaran ‘Petra’-
batu karang

sanes si Simon anaking Yunus
ingkang katuntunan
dening roh-rohing jagad
mboten katuntun
 dening piwucaling manungsa

sanes Simon
ingkang katuntunan
dening swantening dhiri pribadi
utawi
swanten-swanten hasil pamikiraning manungsa

Rasul Petrus samangke
Rasul
ingkang paring paseksi lan nampi
panuntuning ALLAH

Dados Rasul
ingkang saged nindakeken mukjizad
karana panguwasaning ALLAH
lan
sampun dados Rasul penyemangating
gesanging pasamuwan purwa-
(jemaat/ pasamuwan awal)

menda- mendanipun GUSTI YESUS-
nggih pasamuwaning GUSTI YESUS
ing wiwitan madheg

sampun dipun semangati dening Rasul Petrus
ingkang kapenuhan-
ingkang katuntunan
dening ROHing ALLAH

Pranyata
Pasamuwan
menda-menda
kagunganipun GUSTI YESUS
jaman samangke lan jamaning
para rasul
taksih saged mireng swantening
JURU PANGEN
ingkang utami-

sanajan ta GUSTI YESUS
ing wekdal punika-


ing samangke mboten wonten malih
ing satengahing patunggilan
sacara badan wadag
....
swanten dhawuhing GUSTI  YESUS
sejatosipun taksih saged kapireng

nanging GUSTI YESUS
sanes memedi-
GUSTI YESUS menika
PRIBADIning ALLAH
ingkang wungu
saking antawispun tiyang pejah

ALLAH
Sepindhah malih
ALLAH
sanes roh dedemit-
roh penasaran

ROHipun GUSTI YESUS
sanes roh jailangkung

Lan
GUSTI YESUS
PRIBADI
ingkang dados JURU PANGEN
JURU ingkang UTAMI-

GUSTI YESUS
ingkang ngutus ROHipun
ingkang SUCI-
sanes roh penasaran
utawi
ROH
ingkang nasaraken
GUSTI YESUS ngutus utawi maringi
ROH SUCI
ROH
ingkang dados JURU PITULUNG
lan
dados JURU PANGENipun
saben tiyang pitados

Samangke ROH SUCI
taksih tetep memucal-
tetep ngengen
saben menda- mendanipun GUSTI YESUS

ROH SUCI
ingkang ngiyataken lan paring kekendelan
dumateng saben tiyang
ingkang purun mireng lan ngraosaken
dhawuh pangandikanipun GUSTI YESUS

Punapa saged
tiyang sanjawinipun kandang
utawi
sanjawining patunggilan-
pasamuwan
mireng dhawuh
pangandikanipun GUSTI YESUS ?

punapa tiyang sanes patunggilan
saged mireng
punapa saged mireng
...
Punapa saged mireng ?
karana GUSTI YESUS
sampun mboten wonten
ing satengahing jagad ?

Jelas saged mireng
...
Karana GUSTI YESUS
sampun nate paring dhawuh
bilih menda-mendanipun
mboten anamung
ingkang wonten ing kandang menika-
samangke wonten kandang
sebab wonten menda-menda sanesipun
saking kandang sanesipun
ingkang ugi mireng
dhawuh pangandikanipun GUSTI YESUS:

jelas menika
lumantar pakaryaning SANG ROH SUCI
Sinten mangke para menda
ingkang mireng swanten
dhawuhing ALLAH
bakal badhe kalebetaken-
kadadosaken satunggal kandang
lan
dados satunggal pangen



Patunggilan
kanggening kita samangke
wonten pitakenan

Punapa kita
sapasamuwan
taksih saged mireng dhawuh
pangandikanipun GUSTI
ing manah batos kita
piyambak-piyambak

punika ROHing ALLAH
ingkang nenuntun gesang kita-
ingkang nenuntun gesang
kula lan panjenengan

anggenipun kita-
kula lan panjenengan saged
tetep wonten satengahing kandang

Bilih kita
Ingkang wonten
ing satengahing kandang
mboten saged mireng malih
dhawuh pangandika
swantening ALLAH
...

punapa mangkenipun kita menika
badhe tetep saged wonten
ing sak lebeting kandang lan tetep kaengen ?

Bilih kita ngetut swanten sanes
jelas kita sampun medal
saking kandang lan dados satunggal
ing panuntuning pribadi-
roh sanes

Lha bilih GUSTI YESUS
taksih nresnani kita
GUSTI YESUS mesti
Enggal-enggal paring pitulungan-
enggal paring pitedah :

Contonipun;
GUSTI YESUS ngelingalake
Aja mrana,
aja koq lakoni iku,
Yen ngono dadi ngene;

Conto sanesipun;
GUSTI YESUS ngrebut-
ngrampas-
mbucali
Apa sing njalari kita
para kagunganipun sami
ngedoh saka GUSTI YESUS

 iku bakal dipundut GUSTI YESUS
apa sing kita tresnani ing jagad samangke
 iku disingkirake-
dipundhut dening GUSTI YESUS
cik ben karsanipun GUSTI YESUS
 wong iku cepet anggene bali
ngrungu lan nresnani GUSTI YESUS


Kados prastawa cariyosing Paskah
ingkang tembe kita pengeti;

ngantosa pejah tilar ndonya pisan
GUSTI YESUS
badhe ngrembat gesang kita

Dhawuhing GUSTI YESUS :
Ora ana wong siji bae
 kang ngrebut nyawaKU, .
nanging DAK ulungake
miturut sak karepKU dhewe.
AKU kuwasa ngulungake
 lan
kuwasa ngukup maneh
Dhawuh iki
kang DAK tampa
saka RAMAKU

kados makaten ugi
SANG ROH SUCI
mboten badhe pejah sumunaripun
karana ROH SUCI
ROHing ALLAH menika
ingkang sanget nggadahi daya panguwasa;
kados GUSTI YESUS
 ingkang kebak ing panguwasa
wungu saking pepejah


Tiyang utawi menda
ingkang dipun tresnani
dening GUSTI YESUS
mesti enggal nampi pitulungan
lan
mengsahipun si asu ajag
utawi
si singa
ugi mesthi ugi enggal kakawonaken
...
sinten ingkang njalari
para kagunganing GUSTI YESUS
buyar-
risak;

GUSTI YESUS PRIBADI mangke
ingkang badhe mundhut pertanggungan jawaban
atas dhiri pribadinipun

GUSTI YESUS PRIBADI
ingkang badhe mundhut tiyang menika
bilih tiyang menika
ingkang njalari para menda
kagunganipun GUSTI YESUS
mboten makempal-
utawi njalari luwar
saking satengahing kandang

Bilih menika
swanten sanes
ingkang ‘ngeret-eret’
badhe ngrebut

GUSTI YESUS
dalasan SANG ROH SUCI
ingkang badhe ngadepi

Swantenipun sinten ingkang kapireng
ingkang dados pengganggu ?

GUSTI YESUS
ingkang dados mengsahipun
SANG ROH SUCI PRIBADI
ingkang badhe ngawonaken

Lha samangke
sinten ingkang tansah tetep
mireng swantening JURU PANGEN
mesti badhe tetep nampi kawilujengan-
tetep nampi-
ngalami katentreman rahayu

Menika prajanjining ALLAH
tumrap kasusetyaning ALLAH
dumateng manungsa-
para menda ngen-ngenanipun


Sumangga
kita sami ngakeni JURU PANGEN kita
ing dalem SANG RAMA
SANG PUTRA
 SANG ROH SUCI
tetiga tunggil ALLAH kita

sumangga kita tansah
tetep mireng dhawuh pangandikanipun

GUSTI YESUS mberkahi kita

AMIN














1.      VOTUM: (Jumeneng)
Kipas 39: 1, 2
Kula tumenga mring GUSTI (MAZMUR 123)

Patunggilan
pangabekti enjang samangke
sami kita alami
kanthi pangaken
bilih ALLAH ingkang nitahaken langit dalasan bumi
ingkang mboten nate nilar pakaryan Astanipun
ing salaminipun

Sumangga kita tampeni berkah:
Sih rahmat lan Tentrem rahajeng
ing patunggilaning SANG RAMA,
SANG PUTRA,
tuwin SANG ROH SUCI
tumraha ing gesang kita sapasamuwan
AMIN

2.    INTROITUS    : MATIUS 16 : 17
Pangandikane GUSTI YESUS
marang Petrus :
“Rahayu kowe !.
Simon bin Yunus,
amarga kang nglairake iku
marang kowe
dudu daging lan getih,
nanging RAMAKU
kang ana ing Swarga... “
(pinarak)

Kita sapatunggilan, sedaya kemawon ingkang mangabekti ing wekdal samangke ugi kaparingan : Tentrem rahayu, iman lan kesagedan anggen kita ngucap
tuwin mujudaken ing tumindak
kados dene Simon Petrus lairaken-
kados dene Simon Petrus ucapaken :

GUSTI YESUS menika sejatosipun putraning ALLAH
ingkang dados JURU WILUJENGing para titah,

KPK 18: 1  Pangeran jumeneng RAJA
(MAZMUR 68)

3.PENGAKEN  DOSAMatius  22 :  37 – 40
ndedonga :  …AMIN

4.Kipas   146 : 1, 2 Asmaning GUSTI kula

5.PAWARTOS  RAHAJENG :((Jumeneng
JABUR / MAZMUR 16 : 7 - 9
7.
Aku ngalembana marang SANG YEHUWAH,
kang paring pitedah marang aku;
malah ing wayah bengi aku digegulang
dening telenging batinku.
8.
Aku tansah madhep marang SANG YEHUWAH,
manawa PANJENENGANe jumeneng
ana ing tengenku,
9.
Mulane atiku
bungah-bungah lan nyawaku asurak-surak,
malah dagingku bakal manggon
kalawan tentrem

6. PELADOSAN  FIRMAN :
PANDONGA:… AMIN
PAMAOSING  KITAB SUCI :

  Waosan 1         : Para Rasul 4: 8-12
Waosan 2         : 1 Yohanes 3: 1-2
   Waosan 3         : Yohanes 10: 11-18


begja kita sapasamuwan
karana tansah sami tresna dumateng ALLAH.
Tansah ngorong lan
kepengin mireng dhawuh-dhawuh pangandika tuwin
kepengin ngudi anggen kita badhe nindakaken ing gesang sapadintenan
AMIN 3X …..

Kipas  67 : 1  Cariyosipun GUSTI YESUS

KOTBAH  …
TIMBALAN
DUMATENG UMAT
INGKANG
KATEBUS LAN KAWILUJENGAKEN
(Panggilan bagi umat yang diselamatkan)

  





Kipas  157   : 3    Pitados ing GUSTI

7.PANGAKEN  IMAN  RASULIpinarak))

8.PANDONGA  SYAFAAT :


9.PAMISUNGSUNG:Samangke wanci wekdalipun …
Kipas  120   : 1--Sih kamirahanipun ALLAH
Dasar  : MAZMUR  69 :31-32
31.Asmaning ALLAH
bakal dak puji kalawan kekidungan,
sarta PANJENENGANe dakluhurake
kanthi kidung panuwun
32.Ana ing paningaling ALLAH
iku luwih becik katimbang sapi lanang,
ngluwihi sapi lanang
kang wus ana sungune lan atracak belah ;


10. PENGUTUSAN & BERKAT:(Jumeneng)
Patunggilan
sumangga kita mengkeraken papan pamujanan menika kaliyan mmbekta tekad semangat mwujudaken timbalaning GUSTI YESUS
ing pigesangan kita-
 makarya SANG ROH SUCI ing gesang kita sapasamuwan

KPK 164 : 3           NAGARI INGKANG ENDAH

(kita tampeni berkah):

Sih rahmat lan tentrem rahayu
saking
RAMA,
SANG  PUTRA,
tuwin  SANG  ROH  SUCI

tumuruna ana ing gesang kita sapatunggilan
ing dinten samangke
ngantos dumugeng Maranatha-
GUSTI YESUS rawuh ing kaping kalihipun
AMIN

Lagu : Haleluya... Haleluya.... Haleluya... Amin