Sabtu, 30 Agustus 2014

TELINGA UNTUK KAMU

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - TELINGA UNTUK KAMU"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga. Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mend....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

GUBUG TERBAKAR

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - GUBUG TERBAKARDalam sebuah bencana kapal karam, seorang lelaki terdampar di pulau terpencil. Demi bertahan hidup, ia belajar memanfaatkan segala yang ada di pulau itu untuk dimakan. Bahkan dalam upaya melindungi diri, ia berhasil membangun gubuk untuk berteduh. Berbulan-bulan ia bertahan tanpa bantuan siapa pun. Suatu hari, ketika kembali dari berburu, ia mendapati gubuknya terbakar. Dengan badan lemas ia mengeluhkan nasibnya. Namun, ternyata justru dari situ datang pertolongan baginya: asap dari gubuk terbakar itu memberi tanda untuk datangnya kapal penolong. Itulah salah satu cara unik alam dalam memelihara manusia. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 28 Agustus 2014

JANGAN PERNAH MENYERAH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - JANGAN PERNAH MENYERAH“Aku hanya manusia biasa.. karena aku tidak mampu mengerjakan semuanya, maka aku tidak akan menolak mengerjakan apa yang mampu aku lakukan.. ” (Albert Everett Hale) Aku adalah seorang perawat yang khusus merawat penderita stroke. Ada dua karakter khas yang aku temui dari penderita stroke, mereka sangat ingin hidup – atau justru ingin segera mati. Salah satu pasien yang cukup berarti bagiku ialah Albert. Saat berkeliling melakukan pemeriksaan di rumah sakit, aku melihat Albert, dalam posisi meringkuk dalam posisi seperti janin dalam kandungan. Ia seorang pria setengah baya. Tubuhnya ditutupi selimut – dan kepalanya hampir tidak kelihatan di balik selimutnya. Ia tidak bereaksi saat aku memperkenalkan diri. Di ruang jaga perawat aku mendapatkan informasi bahwa umur Albert tidak panjang lagi. Ia hidup sendirian, istrinya telah meninggal, dan anak-anaknya entah berada dimana. Mungkin aku dapat menolongnya. Meskipun aku seorang janda, tubuhku bagus dan wajahku masih cantik. Aku jarang bergaul dengan pria di luar rumah sakit. Anggap saja terapi ini adalah sebuah petualangan bagiku. Keesokan harinya, aku mengenakan pakaian putih – tetapi bukan seragam perawat seperti biasanya. Aku masuk ke kamar Albert. Albert langsung membentak, menyuruhku keluar. Tetapi aku justru duduk di kursi di dekat tempat tidurnya. Aku berusaha memberinya senyuman sesempurna mungkin. “Tinggalkan aku ! Aku ingin mati !” seru Albert. “Apa tidak salah ? di luar banyak wanita cantik menung....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 26 Agustus 2014

MATI KEDINGINAN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MATI KEDINGINANDi sebuah perusahaan angkutan ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja dan sangat bertanggung jawab. Tetapi dia mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali. Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pergi berangkat dengan cepat sekali. Yang paling tidak sengaja adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya. Tangannya sudah merah dan bengkak-bengkak memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya. Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi yang paling mereka kagetkan ada....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 25 Agustus 2014

ASAL USUL MEMBERI ANGPAO

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - ASAL USUL MEMBERI ANGPAODi kalangan rakyat Tionghoa banyak terdapat kebiasaan atau tradisi dalam menyambut datangnya tahun baru (Imlek), dan diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah angpao. Saat tahun baru Imlek, anak-anak akan bersujud dan menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada yang lebih tua, saat itulah orang tua akan membagikan angpao yang telah disiapkan sebelumnya kepada anak-anak. Atau pada malam tahun baru saat anak-anak akan tidur, orang tua akan meletakkan angpao itu secara diam-diam di bawah bantal mereka. Menurut cerita, pada zaman dahulu ada seekor binatang yang tinggi besar, setiap tahun di malam tahun baru binatang itu keluar mengelus-elus dahi anak-anak yang sedang tidur, anak-anak yang pernah dibelainya akan menjadi gila. Demi keselamatan anak-anak, orang tua menjaga anak-anaknya sepanjang malam, dinamakan "Sou Cong". Berdasarkan legenda di Provinsi Zhejiang, ada sebuah keluarga pasangan suami istri yang baik dan jujur. Mereka baru memperoleh seorang anak diusia senja, sehingga sangat menyayangi anaknya bagaikan benda pusaka. Pada suatu malam tahun baru, agar sang anak tidak diganggu oleh "Cong" (Makhluk besar) itu, kedua orang tuanya menemani anaknya bermain dengan kertas merah berisi uang, setelah sepanjang malam bermain, karena lelahnya orang tua anak itu tertidur, koin uang yang telah dibungkus dengan kertas merah itu jatuh di samping bantal si anak. Tidak lama kemudian makhluk itu datang, lalu menjulurkan tangannya menjamah kepala anak itu. Kedua orang t....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 24 Agustus 2014

SIH KATRESNAN INGKANG NGEDALAKEN WOH

Rancangan Renungan Ibadah Brayat: 
Kamis, 21 Agustus 2014


SIH KATRESNAN
 INGKANG 
NGEDALAKEN WOH



1 TESALONIKA 3 : 4 – 13

12. Sarta maneh, muga GUSTI karsa ndadekake saya wuwuhing katresnanmu nganti luber marang padha sadulur lan marang wong kabeh, padha kaya anggonku iya padha nresnani kowe.

Patunggilan …. Sinareh kita menika mboten saged gesang piyambak tanpa pitulunganing tiyang sanes mila kita kagulang supados tumindak katresnan. Rahajeng kita ingkang saged ngraosaken sesambataning tiyang sanes. Pasambating tiyang sanes menika saged kaucap utawi kalair lan saged ugi mboten kalairaken sacara lesan.

Patunggilan …. Ulat lan tindak tanduk saged nedahaken kaprihatosaning dhiri. Kados conto cariyos : Ing sawijining wekdal wonten lare amping-amping ing sajawinipun toko lajeng tanganipun ngranggeh mendet ‘obat’. Lajeng tumindaking lare kalawau kasumurupan dening Ibu ingkang njagi toko. Lare kalawau dipun dukani lan kadunungaken kalepatanipun mawi pangucap ingkang keras ngantos kapireng dening Bapak ingkang marung sadeyan sekol. Lajeng, Bapak menika mundhut pirsa dumateng lare kalawau : “Wong tuamu lara ta ?” (Lare kalawau mendel mboten paring panjawab ngantos muwun). “Wis iki Bapak bayar obate lan iki sop lan sega gawanen mulih”. Lare kalawau tetep mendel langsung nilar Bapak ingkang maringi sop menika.

Patunggilan …. Raosing manah ingkang nampi pitulungan mesti mboten saged kendel mendel. Saos syukur ingkang mboten kaucap ing tutuk lan lambe mesti kabeta ngantos sadanguning gesang. Ing pamikir lang pangraosing manah mboten saged nyelaki katresnaning tiyang ingkang kanthi tulus paring pambyantu. Mbok menawi kados makaten raosing manah kita bilih ugi ngalami gesang kados lare kalawau.
Lajeng kados pundi bab katresnan ingkang kita tampi saking tiyang sanes ing sauruting gesang kita ?. Kados pundi dayaning katresnan ingkang kita tampeni saking sakathahing tiyang ing sauruting gesang kita ngantos dumugi wekdal samangke bilih kita ugi taksih nampeni mawarni-warni wujuding katresnan ?.

Patunggilan ….  Lare menika saged nggadahi katresnan ingkang luber karana sampun nampi pengalaman dipun tresnani.  Kathithik sadanguning 30 tahun; si Lare menika sampun dados dokter ingkang kebak welas asih. Lan Bapak ingkang sadeyan sekol lan nate paring sop mboten kasengaja ugi nampi pitulunganing Lare menika. Bapak ing yuswa sepuh lan nandhang gerah, penyakitipun awrat (sanes penyakit limrah). Tamtu si Bapak estu mbetahaken ragat ingkang kathah. Ananging Patunggilan … Cariyos KATRESNAN INGKANG NGEDALAKEN WOH : Estu mboten kanyana si Lare samangke saged  mbales katresnaning si Bapak kanthi nglunasi sadaya tagihan griya sakit. Ing kwitansi tagihan wonten seratan tangan : Sadaya sampun kabayar lunas 30 tahun kapengker kaliyan obat-obatan lan sak bungkus sop anget.

Patunggilan … lubering katresnan ingkang kabagi dumateng tiyang sanes pranyata saged dados tuwuhing katresnan ing dhirining sadherek sanes ingkang kita tresnani. Punapa malih bibit katresnan ingkang kita sebar dumateng lare, anak-anak- putra wayah kita, mesti ing tembe dewasa anak putra wayah kita menika ugi tuwuh dados pribadi ingkang kebak katresnan.
Rasul Paulus nanem wiji katresnan ing Pasamuwan Tesalonika. Pasamuwan Tesalonika ing titiwancinipun ugi sampun saged ngedalaken woh. Pasamuwan Tesalonika sanget anggenipun nyinau nindakaken gesang katresnan ing satengahing patunggilan.
Ing wiwitan buka anggenipun Rasul Paulus memucal bab katresnan; Rasul Paulus paring wawasan bab kasangsaran ingkang mesti badhe kaalaman dening saben tiyang pitados mila Rasul Paulus ngaturi supados bab katresnan kedah katandukaken lan katindaken dumateng para sadherek ingkang ngalami pacoben utawi kasangsaran kalawau.

Patunggilan……Gegayutan kaliyan reraosan kita bab katresnan menika kados pundi kahanan dhiri kita ?.   Punapa kita sampun sami purun gantos ginantos lumadi gesang ing sih katresnan ?. Punapa buktinipun ?. Sumangga kita tilik utawi kita padosi !.
GUSTI YESUS mberkahi kita. AMIN

u


2

Jumat, 22 Agustus 2014

SAAT MASIH HIDUP

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SAAT MASIH HIDUPSuatu ketika seorang yang sangat kaya bertanya kepada temannya. "Mengapa aku dicela sebagai orang yang kikir? Padahal semua orang tahu bahwa aku telah membuat surat wasiat untuk mendermakan seluruh harta kekayaanku bila kelak aku mati." "Begini," kata temannya, akan kuceritakan kepadamu tentang kisah babi dan sapi. Suatu hari babi mengeluh kepada sapi mengenai dirinya yang tidak disenangi manusia. "Mengapa orang selalu membicarakan kelembutanmu dan keindahan matamu yang sayu itu, tanya babi. Memang kau memberikan susu, mentega dan keju. Tapi yang kuberikan jauh lebih banyak. Aku memberikan lemak, daging, paha, bulu, kulit. Bahkan kakiku pun dibuat asinan! Tetapi tetap saja manusia tak menyenangiku. Mengapa?" Sapi berpikir sejenak dan kemudian menjawab, "Ya, mungkin karena aku telah memberi kepada manusia ketika aku masih hidup." ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1