Rabu, 04 Agustus 2010

KESIAPAN DALAM MENGIKUT DIA


Ibadah Keluarga
Kamis, 5 Agustus 2010




KESIAPAN 
DALAM 
MENGIKUT  DIA





MATIUS  16   :  11 – 23

23
Maka YESUS berpaling
dan berkata kepada Petrus :
 “Enyahlah Iblis.
Engkau suatu batu sandungan bagiKU,
sebab engkau bukan memikirkan
apa yang dipikirkan ALLAH,
melainkan
apa yang dipikirkan manusia”





Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN  YESUS
 Kita ini
adalah sebagai murid
di dalam mengikut TUHAN YESUS
 selayaknya para murid
ketika masih bersama-sama TUHAN  YESUS.
 Kemanapun TUHAN  YESUS pergi
 di sana para murid ada pula menyertai
 tetapi ada kalanya
 para murid berbeda pendapat
 dengan TUHAN  YESUS
 SANG  GURU.

Para nurid memiliki persepsi-
pendapat  yang salah
tentang sesuatu hal :
seperti masalah mengikut TUHAN  YESUS-
GURUnya

Adakalanya para murid bersungut-sungut
 dan marah
 begitu pula SANG  GURU-
TUHAN  YESUS
pernah juga marah.

 Para murid pernah menghalau
 dan marah-marah
 kepada orang tua
yang membawa anak-anak
 untuk datang mendekat
kepada TUHAN  YESUS.

TUHAN  YESUS
 kali ini juga marah.

Dan sikap marah itu
 selalu dapat diartikan
 yang bersangkutan
tidak suka akan sesuatu hal.

TUHAN  YESUS marah
kepada Petrus
mari kita baca ayat ke-23

Maka YESUS berpaling
dan berkata kepada Petrus :
 “Enyahlah Iblis.
Engkau suatu batu sandungan bagiKU,
sebab engkau
 bukan memikirkan
apa yang dipikirkan ALLAH,
melainkan
apa yang dipikirkan manusia”

Hal itu terjadi
 ketika TUHAN  YESUS berturut-turut
 menanyakan sesuatu hal
kepada para murid
 tentang siapakah DIRINYA

 Di mana TUHAN  YESUS
 juga baru saja
mengingatkan
agar para murid
 harus berhati-hati
terhadap setiap ajaran orang Farisi
dan orang Saduki
 dengan istilah
 waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki

Pertanyaan TUHAN  YESUS :
Siapakah ANAK MANUSIA menurut orang-orang ?
Para murid mengungkapkan
 bahwa ANAK MANUSIA
ada yang menyebut
sebagai Yohanes Pembaptis,
 Elia,
Yermia
atau salah satu dari para nabi

Tetapi kemudian TUHAN  YESUS bertanya
 kepada para murid;
Siapakah TUHAN  YESUS
menurut mereka-
para murid ….

Simon Petrus
dengan lantang mengatakan :
bahwa TUHAN  YESUS
 adalah MESIAS-
ANAK  ALLAH yang hidup.

TUHAN  YESUS jawab :
berbahagialah Simon bin Yunus
sebab ia bisa berkata demikian
 bukan manusia yang menyatakan hal itu
kepada Simon Petrus
tetapi BAPA yang di Sorga
 yang menyatakan di dalam hati-
pikiran Simon Petrus.

Kemudian TUHAN  YESUS katakan :
Engkau adalah Petrus
yang artinya batu karang….
Dan di atas batu karang ini
TUHAN  YESUS akan mendirikan JemaatNYA
 dan alam maut
 tidak akan mengusainya.

 Kepada Petrus
 diberikan kunci Kerajaan Sorga.
Apa yang diikat di dunia ini
akan terikat di Sorga
dan apa yang dilepaskan di dunia ini
 akan terlepas di Sorga

Kemudian TUHAN  YESUS
melarang kepada para murid
untuk menceritakan
dan memberitakan
 bahwa TUHAN  YESUS
 adalah MESIAS

Ada satu hal yang dikehendaki TUHAN  YESUS disini…
seperti halnya kepada Simon Petrus
 yaitu agar setiap orang
bisa menyatakan
siapakah diri TUHAN  YESUS sebenarnya
dari dalam hatinya sendiri
bukan dari kata orang
 tetapi dari dalam hati
 yang telah ditimbulkan kesadarannya
dan kebenarannya oleh ALLAH
di dalam hubungannya yang erat
 dengan ALLAH


Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN  YESUS
Kemudian TUHAN  YESUS menyatakan
berita kebenaran ALLAH
yang IA sampaikan
bahwa TUHAN  YESUS harus pergi ke Yerusalem
dan harus menanggung penderitaan
 dari pihak tua-tua,
imam-imam kepala
dan ahli-ahli Taurat
dan akhirnya TUHAN  YESUS
 akan dibunuh
dan akan bangkit
 pada hari yang ketiga.

Demikian penjelasan TUHAN  YESUS
 kepada para murid
bahwa TUHAN  YESUS
akan mengalami penderitaan-
kesengsaraan
bahkan harus menjalani kematian
 tetapi
IA sampaikan sejak awal
bahwa TUHAN  YESUS
akan bangkit pada hari yang ketiga.

Tetapi kemudian
ada satu peristiwa
yang membuat TUHAN  YESUS marah besar;
Ketika Petrus menarik DIRINYA  kesamping
 dan mengatakan :
TUHAN,
 kiranya ALLAH menjauhkan hal itu !.
 Hal itu sekali-kali takkan menimpa ENGKAU.

Demikian kata Petrus,
kemudian TUHAN  YESUS menjadi marah.
 Dan berpaling kepada Petrus
sambil berkata :
“Enyahlah Iblis.
 Engkau suatu batu sandungan bagiKU,
sebab engkau
bukan memikirkan apa yang dipikirkan ALLAH,
melainkan apa yang dipikirkan manusia”


Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN  YESUS
Petrus menangkap
 hal menderita dan penderitaan
bahkan berujung kepada kematian itu
secara akal budi
 pikiran manusia,
mungkin juga seperti kita semua
 apabila diperhadapkan kepada pilihan hidup
 yang terkait dengan masalah mati
 atau hidup
 yang penuh penderitaan ….
Pasti
 kita enggan berurusan
dengan hal-hal tersebut
 kalau perlu
 kita akan menghindar-
seperti halnya
sikap Petrus saat itu
 di sampaikan kepada TUHAN  YESUS

Kita tidak akan melakukan
hal yang serupa
 seperti yang di sampaikan oleh TUHAN  YESUS

 kita sering pilih
menghindar
atau bahkan kalau ada
saudara kita
 atau orang lain
yang mengalami penderitaan,
atau
sesuatu yang menyusahkan hidupnya
 kita juga enggan
untuk turut campur-
 untuk turut membantunya….
kita pilih kabur dan menjauh

Sikap seperti Petrus ini
sebenarnya
bisa menjadi cerminan
dan dapat mewakili
sikap kita-
kita semua


Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN  YESUS
Kita ini sudah
dan sering pula
menyatakan diri
sebagai pengikut TUHAN  YESUS-
 kita menyatakan diri
sebagai murid-murid TUHAN  YESUS

Kita yang sudah percaya
dan  mengiringi TUHAN  YESUS

Dalam satu waktu
 mungkin saja kita
 diperhadapkan kepada masalah ‘penderitaan’
sebab tidak ada pilihan lainnya lagi.
 Sudahkah siap ….
Siapkah kita
untuk tetap berani mengambil 
‘jalan penderitaan tersebut’
seperti halnya yang telah TUHAN  YESUS tempuh
 dan DIA alami ?

Atau justru kita
ingin menghindar
dari penderitaan
seperti halnya Petrus
dan kitapun sekarang
bersikap acuh tak acuh,
 tidak peduli ….
bahkan kita juga tidak mau tahu
 terhadap penderitaan
yang dialami saudara kita.

Kita mau hidup enak
tanpa masalah
selama mengikut TUHAN  YESUS.

Bagaimana sikap kita
apakah sedemikian itu.
 Tentu hal ini
 menunjukkan sikap ketidak siapan diri kita
di dalam mengikut TUHAN  YESUS

Dan tentu
sikap yang seperti ini
akan menjadi batu sandungan
bagi karya pekerjaan ALLAH
 di dunia ini


Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN  YESUS
Bukan berarti
mengikut TUHAN  YESUS
 itu selama….
selalu
dan terus menerus
akan menderita.

Tetapi kemungkinan itu ada
maka kita harus bersiap diri
 untuk turut menderita
bersama TUHAN  YESUS

Suka duka
Susah senang
dan sedih

kita harus siap alami
 bersama TUHAN  YESUS
kapanpun itu terjadi

Nah,
 kesiapan hati kita-
 kesiapan diri kita ini
sebenarnya merupakan sebuah wujud
karya ALLAH
di dalam diri kita
 dan juga merupakan wujud
 karya ALLAH di  dunia ini


Bapak Ibu dan Saudara
yang terkasih di dalam TUHAN  YESUS
FIRMAN yang baru kita dengar
kiranya menjadikan diri kita
masing-masing
dapat intropeksi diri-
 memeriksa diri
apakah kita
sudah benar-benar siap
untuk mengikut TUHAN  YESUS
atau kita selama ini
hanya sekedar ikut-ikutan

Marilah
 kita mengikut TUHAN  YESUS
dalam kondisi apapun juga

Marilah
 kita menjadi seorang yang sudah mengaku percaya
dan mau benar-benar berjalan
bersama TUHAN  YESUS
 suka ataupun duka

Mantapkan langkah iman percaya kita
di dalam kehidupan sehari-hari



AMIN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadikan dan berikan komentar anda sebagai refleksi diri bukannya mengomentari kejelekan dan kekurangan kami